TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA – Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kini telah memiliki alat pendeteksi Tinggi Muka Air (TMA) banjir berbasis digital bernama Level Gauge BPBD OKU.
Alat ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini banjir yang dapat dipantau masyarakat secara real-time melalui aplikasi daring.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Januar Effendi, M.Ikom, mengatakan masyarakat dapat mengakses alat tersebut dengan mudah menggunakan ponsel maupun laptop.
“Untuk mendeteksi banjir, masyarakat cukup login ke https://nada-iot.com/monitor dengan username userbpbdoku dan password 123. Begitu alarm aktif, artinya peringatan dini sudah tiba dan warga harus bersiap-siap,” ujar Januar, Jumat (9/1/2026).
Januar menjelaskan, Level Gauge BPBD OKU merupakan perangkat pemantau ketinggian air sungai yang dilengkapi sensor ultrasonik atau elektroda.
Alat ini mampu mendeteksi perubahan permukaan air secara otomatis dan mengirimkan peringatan dini ketika air mencapai ambang batas tertentu.
“Alat ini bekerja dengan sensor yang mengukur ketinggian air, kemudian data dikirim ke sistem untuk dibandingkan dengan status normal, siaga 1, siaga 2, dan siaga 3. Jika melewati batas, alarm akan berbunyi dan notifikasi dikirim melalui platform online,” jelasnya.
Menurut Januar, BPBD OKU menjadi satu-satunya di Sumatera Selatan yang telah memiliki sistem ini.
“Alhamdulillah, di Sumsel baru BPBD OKU yang memiliki alat bernama Level Gauge BPBD OKU. OKU akan menjadi pilot project di Sumatera Selatan,” tegasnya.
Keunggulan alat ini, lanjut Januar, adalah kemudahan akses bagi masyarakat. Warga, baik yang berada di OKU maupun di luar daerah, dapat memantau elevasi atau tinggi permukaan air secara mandiri dan real-time.
“Dengan alat ini, masyarakat bisa lebih cepat melakukan antisipasi, seperti menyelamatkan dokumen penting, barang berharga, atau segera mengungsi bersama keluarga agar terhindar dari bencana banjir,” katanya.
Meski demikian, Januar menekankan bahwa alat tersebut bersifat pendukung, sementara keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Alat ini hanya mendukung. Bagi pemerintah, keselamatan jiwa manusia di atas segala-galanya. Itu sudah menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten OKU,” tegasnya.
Baca juga: Banjir Kembali Rendam Jalan Poros Desa Purwodadi OKU Timur, Aktivitas Warga Terganggu
Baca juga: Banjir di Sumsel Rendam Sejumlah Wilayah, OKU Timur Terparah dengan 488 KK Terdampak
Ia juga menjelaskan bahwa Level Gauge menggantikan metode pengukuran manual yang selama ini dilakukan petugas di lapangan.
“Kalau manual, petugas harus datang ke bibir sungai di tengah hujan deras, angin kencang, bahkan petir, dan hasilnya kadang tidak akurat. Dengan Level Gauge, pengukuran dilakukan otomatis atau Automatic Water Level Recorder (AWLR), datanya akurat dan terus diperbarui,” ungkap Januar.
Saat ini, alat Level Gauge BPBD OKU telah dipasang di tiga titik, yakni Jembatan Ulak Lebar Kecamatan Ulu Ogan, Jembatan Gunung Liwat Kecamatan Pengandonan, dan Desa Sukaraja Kecamatan Lengkiti.
Menutup keterangannya, Januar mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi tersebut sebagai peringatan dini, mengingat OKU telah ditetapkan dalam status siaga banjir.
“Banjir kadang datang tidak terduga. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk aktif memantau dan lebih waspada,” pungkasnya.
Ikuti dan Bergabung Dalam Saluran WhatsApp Tribunsumsel.com