TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak subuh, Puskesmas Desa Bambaira, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, terendam banjir, Jumat (9/1/2026).
Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, genangan air berwarna kecokelatan menutup hampir seluruh halaman puskesmas dengan ketinggian mencapai betis orang dewasa.
Air menggenangi area parkir hingga akses masuk utama, sehingga aktivitas keluar-masuk kendaraan dan warga terganggu.
Baca juga: Pakai Perahu, BPBD Pasangkayu Antar Bantuan ke Rumah Warga Terdampak Banjir
Tak hanya merendam halaman, air juga masuk ke sejumlah ruangan pelayanan.
Lantai puskesmas terlihat basah, sementara sebagian pegawai berupaya membersihkan lumpur dan sisa air banjir.
Sejumlah rumah dinas pegawai di sekitar puskesmas turut terdampak genangan.
Salah satu pegawai puskesmas, Mukhlis, mengatakan banjir tersebut menyebabkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak berjalan maksimal.
“Air tidak hanya menggenangi halaman, tetapi juga masuk ke dalam gedung puskesmas, bahkan hingga perumahan pegawai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banjir mulai terjadi sekitar pukul 06.00 WITA dan berangsur surut menjelang siang hari.
Selama genangan masih tinggi, pelayanan kepada pasien, khususnya rawat jalan, sempat terhambat.
Menurut Mukhlis, air berasal dari luapan anak sungai yang berada di seberang puskesmas.
Kondisi halaman puskesmas yang berada di dataran lebih rendah membuat air dengan cepat mengalir dan menggenang di area tersebut.
“Posisi halaman puskesmas memang lebih rendah, sehingga air mudah masuk dan menggenang,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan tidak ada kerusakan pada fasilitas utama puskesmas.
Namun, satu unit genset sempat terendam sehingga perlu dilakukan pengecekan sebelum kembali digunakan.
Mukhlis menambahkan, banjir di Puskesmas Bambaira bukan kali pertama terjadi.
Hingga saat ini, kejadian serupa tercatat sudah empat kali.
Ia berharap ada perhatian serius dari pihak terkait, terutama perbaikan sistem drainase dan normalisasi anak sungai, agar banjir tidak terus berulang dan mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat. (*)