Pakai Perahu, BPBD Pasangkayu Antar Bantuan ke Rumah Warga Terdampak Banjir
January 09, 2026 02:44 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasangkayu menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Dusun Tobengo, Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Jumat (9/1/2026).

Pantauan Tribun-Sulbar.com di lokasi, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, bersama tujuh personel BPBD turun langsung ke wilayah terdampak dengan menggunakan perahu karet jenis Dolphin.

Mereka menyusuri permukiman warga yang masih tergenang banjir, berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya untuk menyerahkan bantuan secara langsung.

Baca juga: Rumah Warga Jalan Kedondong Pasangkayu Rubuh, Tanah Amblas saat Hujan Deras

Baca juga: Longsor Ujuna Baru Diduga Akibat Alih Fungsi Lahan, Kades Pangiang Minta Perhatian Pemprov

Genangan air di wilayah tersebut terpantau cukup tinggi, bahkan mencapai pinggang orang dewasa. Air merendam halaman hingga kolong rumah warga yang mayoritas merupakan rumah panggung. Sejumlah rumah bertiang tinggi pun ikut terendam.

Bantuan Diprioritaskan untuk Warga yang Memiliki Balita

Dalam proses penyaluran bantuan, seluruh personel BPBD mengenakan rompi pelampung demi keselamatan.

Bantuan logistik dibawa menggunakan perahu dan diserahkan langsung kepada warga di tengah kondisi lingkungan yang masih dikepung banjir.

Banjir di Dusun Tobengo disebabkan hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasangkayu secara terus-menerus sejak Kamis (8/1/2026) hingga Jumat (9/1/2026).

Personel BPBD Pasangkayu saat memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir
BANTUAN BANJIR - Personel BPBD Pasangkayu saat memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir di Dusun Tobengo, Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Jumat (9/1/2026).

Akibatnya, puluhan rumah warga di Desa Ako terendam dan aktivitas masyarakat terganggu.

Arhamuddin mengatakan, bantuan difokuskan kepada warga yang memiliki balita karena membutuhkan perhatian khusus saat bencana.

“Bantuan ini kami prioritaskan bagi warga yang memiliki balita, karena mereka membutuhkan penanganan lebih dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan bayi, selimut, dan tikar untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat.

“Semoga bantuan ini bisa membantu warga dan kami berharap air segera surut agar aktivitas masyarakat kembali normal,” tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.