TRIBUNPALU.COM - Prediksi skor Persita Tangerang vs Borneo FC Samarinda di BRI Super League Jumat sore: tuan rumah bisa curi poin hadapi sang pemuncak klasemen?
Persita Tangerang akan menghadapi ujian berat saat menjamu Borneo FC Samarinda dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pada Jumat 9 Januari 2026 pukul 15.30 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang.
Pertandingan ini menjadi sorotan karena mempertemukan dua tim dengan identitas permainan yang sama-sama kuat, namun dibangun lewat pendekatan taktik yang berbeda.
Persita datang dengan tren performa yang sedang menanjak, sementara Borneo FC membawa reputasi sebagai salah satu tim paling stabil dan terstruktur di Indonesia hingga Januari 2026.
Dalam lima pertemuan terakhir, Borneo FC masih unggul atas Persita Tangerang. Pesut Etam mencatat tiga kemenangan, sementara dua laga lainnya berakhir imbang.
Pada pertemuan terakhir Februari 2025, Borneo FC menang 2-1 di markas Persita.
Sebelumnya, duel di Samarinda pada September 2024 berakhir tanpa gol.
Dua kemenangan lainnya untuk Borneo FC terjadi pada Maret 2024 dan Agustus 2023, sedangkan satu hasil imbang tercipta pada Februari 2023.
Catatan ini menunjukkan bahwa Persita kerap kesulitan membongkar organisasi permainan Borneo FC, terutama saat menghadapi tekanan tinggi dan penguasaan bola yang rapi.
Persita Tangerang tampil cukup meyakinkan dalam lima pertandingan terakhir.
Kemenangan beruntun atas Persis Solo, Arema FC, dan Persik Kediri menjadi bukti bahwa sistem Carlos Peña mulai menemukan konsistensi. Persita juga sempat menahan imbang Malut United, meski kalah tipis dari Dewa United pada akhir November.
Sebaliknya, Borneo FC justru masih mencari stabilitas hasil. Meski sempat menang 2-1 atas PSM Makassar, mereka juga menelan kekalahan dari Bali United dan Persib Bandung, serta hasil imbang melawan Persebaya.
Kekalahan 2-3 dari Malut United menunjukkan bahwa Borneo masih memiliki celah, terutama saat menghadapi transisi cepat lawan.
Di bawah asuhan Carlos Peña, Persita Tangerang tampil lebih ofensif dan teknis dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Pendekar Cisadane kini mengandalkan penguasaan bola dan build-up terstruktur dari belakang, sebuah ciri khas pelatih dengan latar sepak bola Spanyol.
Lini tengah menjadi jantung permainan Persita. Pablo Ganet berperan sebagai pengatur ritme, sementara Hokky Caraka menjadi ujung tombak yang agresif dan dinamis.
Kecepatan Rayco Rodríguez di sisi sayap memberi ancaman konstan, didukung full-back yang aktif naik membantu serangan.
Di sektor pertahanan, duet Tamirlan Kozubaev dan Javlon Guseynov menjadi fondasi penting. Keduanya tidak hanya kuat dalam duel, tetapi juga mampu memulai serangan dari lini belakang.
Borneo FC Samarinda tetap dikenal sebagai tim dengan struktur permainan paling stabil di liga.
Mereka bermain sabar, dominan, dan sangat disiplin dalam menjaga jarak antarlini.
Penguasaan bola rata-rata yang tinggi dan jumlah umpan sukses terbanyak menjadi bukti pendekatan taktik mereka berjalan efektif.
Kei Hirose dan Mariano Peralta menjadi motor rotasi di lini tengah, sementara sektor sayap dimaksimalkan lewat full-back agresif.
Borneo juga memiliki fleksibilitas tinggi berkat kedalaman skuad, membuat mereka mampu beradaptasi menghadapi berbagai gaya bermain lawan.
Namun, intensitas pressing tinggi Borneo FC terkadang meninggalkan ruang di belakang lini tengah, celah yang berpotensi dimanfaatkan Persita dengan serangan cepat.
Persita Tangerang diprediksi tetap menurunkan Igor Rodrigues di bawah mistar.
Lini belakang diisi Javlon Guseynov, Mario Jardel, Muhammad Toha, dan Ryuji Utomo.
Tamirlan Kozubaev akan menjadi jangkar di lini tengah bersama Pablo Ganet dan Sin Yeong Bae.
Di sektor depan, Hokky Caraka kemungkinan ditopang Rayco Rodríguez dan Aleksa Andrejic.
Borneo FC Samarinda diperkirakan menurunkan Nadeo Arga Winata sebagai penjaga gawang.
Lini pertahanan akan dikawal Christophe Nduwarugira, Komang Teguh, Fajar Fathurrahman, dan Westherley Garcia.
Di lini tengah, peran penting diemban Ahmad Agung, Juan Felipe Villa Ruiz, serta Kei Hirose. Lini depan diisi Douglas Coutinho, Maicon de Souza, dan Mariano Peralta.
Pertandingan ini diprediksi berjalan ketat. Persita akan mencoba mengontrol tempo lewat penguasaan bola dan serangan sayap, sementara Borneo FC kemungkinan memilih pendekatan lebih sabar dengan pressing terukur.
Jika Persita mampu menjaga disiplin saat kehilangan bola, mereka punya peluang besar mencuri poin. Namun, pengalaman dan stabilitas taktik Borneo FC membuat laga ini sulit diprediksi dan berpotensi ditentukan oleh detail kecil.
Melihat tren performa, gaya bermain, serta rekor pertemuan, laga ini diperkirakan berlangsung seimbang dengan intensitas tinggi.
Hasil imbang dinilai paling realistis, dengan kedua tim sama-sama memiliki fase dominan namun saling menahan di momen krusial.
Disclaimer


















(TribunLombok/ Irsan Yamananda/ TribunKalteng)