TRIBUNPALU.COM, DONGGALA – Guru di SD Negeri 7 Sindue Tobata, Desa Sikara Tobata, Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mengungkapkan bahwa curah hujan tinggi dan banjir sering mengganggu aktivitas sekolah.
Keterbatasan akses akibat tidak adanya jembatan penghubung membuat kegiatan belajar mengajar serta distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi terhambat.
Salah satu guru SDN 7 Sindue Tobata, Latifatun Nisa, menjelaskan bahwa ketika hujan deras, jalur menuju sekolah tergenang air sehingga mobil pengangkut MBG tidak dapat melewati akses yang ada.
Baca juga: Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Polres Sigi Laksanakan Panen Jagung Serentak Kuartal IV 2025
“Sebenarnya akses ke sekolah itu hanya melalui kuala. Karena banjir, mobil MBG tidak bisa lewat, makanya dibagikan di pinggir sungai. Apalagi kalau guru sedang mengajar, kami harus berhenti dan pulang karena takut banjir,” ujar Latifatun Nisa kepada TribunPalu.com, Jumat (9/1/2025).
Meski kondisi tersebut menjadi tantangan, para guru tetap berupaya memastikan siswa menerima makanan bergizi.
Mereka membagikan MBG satu per satu dengan penuh kesabaran, sambil menjaga kebersamaan dan semangat anak-anak untuk tetap belajar.
Latifatun Nisa menambahkan, pembangunan jembatan sangat dinantikan agar akses ke sekolah tidak lagi terputus saat hujan deras.
Dengan infrastruktur yang memadai, proses belajar mengajar dan distribusi MBG dapat berjalan lancar, aman, dan lebih efektif.
Baca juga: Tak Ada Jembatan dan Dilanda Banjir, MBG SDN 7 Sindue Tobata Donggala Dibagikan di Pinggir Sungai
Warga dan guru berharap pemerintah segera menindaklanjuti pembangunan jembatan agar anak-anak sekolah di SDN 7 Sindue Tobata dapat tetap belajar tanpa terganggu kondisi cuaca ekstrem, sekaligus mendukung keberlanjutan program MBG yang bermanfaat bagi kesehatan dan gizi mereka.(*)