SLB di Papua Barat Daya Dapat Bantuan Mobil Operasional, Gubernur: Tingkatkan Semangat Belajar
January 09, 2026 03:38 PM

 

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Sekolah luar biasa (SLB)  mendapat bantuan kendaraan operasional dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Pada Jumat (9/1/2026), Gubernur Elisa Kambu menyerahkan mobil minibus untuk Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) 73 Kota Sorong dan SLB Kabupaten Sorong. 

Baca juga: TP PKK Kota Sorong Kunjungan ke SLB, Beri Bantuan Dukung Siswa Berkebutuhan Khusus

Seusai penyerahan di halaman SDLB 73 Kota Sorong, Elisa Kambu bersama istri Orpa Susana Kambu dan para pejabat lainnya menumpangi mobil itu menuju ke SLB Kabupaten Sorong di Aimas.

"Bantuan kendaraan merupakan bagian program pemerintah provinsi dalam mendukung layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus," ujar Elisa. 

20260109_bantuan mobil operasional sekolah
BANTUAN KENDARAAN OPERASIONAL - Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyerahkan mobil minibus untuk Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) 73 Kota Sorong dan SLB Kabupaten Sorong di halaman SDLB 73 ada Jumat (9/1/2026). Pemprov mengalokasikan bantuan kendaraan operasional untuk empat SLB pada tahun anggaran 2025.

Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2025, pemprov mengalokasikan empat unit minibus untuk SLB, yakni di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong masing-masing satu unit, serta dua unit lainnya untuk SLB di Kabupaten Raja Ampat.

Elisa menyebut, satu dari sejumlah kendala yang dihadapi siswa SLB adalah keterbatasan akses transportasi dari rumah ke sekolah.

Baca juga: Gubernur Papua Barat Daya Kunjungi SLB Raja Ampat, Pastikan Akses Pendidikan Merata

Tidak semua orang tua memiliki kendaraan, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus kerap kesulitan hadir ke sekolah, terutama saat kondisi cuaca kurang mendukung.

"Ketika hujan atau kondisi tertentu, mereka kesulitan ke sekolah. Oleh karena itu, pemerintah memfasilitasi kendaraan ini," ucap Elisa Kambu.

Ia menegaskan, bantuan kendaraan selanjutnya dikelola secara mandiri oleh pihak sekolah penerima buat difungsikan menjemput dan mengantar siswa serta mendukung kegiatan ekstrakurikuler.

Elisa Kambu berharap bantuan dapat meningkatkan kehadiran dan semangat belajar siswa SLB.

Selain itu memperkuat layanan pendidikan inklusif dan memastikan hak pendidikan bagi seluruh anak di Papua Barat Daya terpenuhi secara adil dan berkelanjutan

"Keberadaan kendaraan diharapkan mampu mengurangi hambatan akses pendidikan meski tidak menyelesaikan seluruh persoalan," katanya. 

Selain bantuan kendaraan, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya juga terus berupaya meningkatkan fasilitas pendidikan SLB. 

Baca juga: SLB di Raja Ampat Jadi Pilot Project, Disdikbud Papua Barat Daya Perluas Layanan ke Kabupaten Lain 

Mengingat jumlah siswa yang terus bertambah dan keterbatasan lahan, pemerintah membuka peluang pengembangan gedung sekolah dengan konsep bertingkat untuk menjawab kebutuhan ke depan.

"SLB merupakan kewenangan pemerintah provinsi, sehingga fasilitas dan tenaga pendidik menjadi tanggung jawab kami. Ke depan, jika memungkinkan, kita akan kembangkan gedung bertingkat untuk menampung jumlah siswa yang semakin meningkat," kata Elisa Kambu.

Ia menambahkan, meningkatnya kesadaran masyarakat menyekolahkan anak berkebutuhan khusus, merupakan perkembangan positif seiring dengan pemahaman bahwa mereka juga memiliki potensi dan kesempatan yang sama di berbagai bidang.

Daftar SLB penerima bantuan mobil operasional:

  • Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) 73 Kota Sorong;
  • SLB Kabupaten Sorong;
  • 2 SLB di Kabupaten Raja Ampat. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.