Adu Ketangkasan Peserta Lomba Lawang Sekepeng pada Festival Habaring Hurung Kotim 2026
January 09, 2026 04:50 PM

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT-Teriknya matahari pagi tak menyurutkan semangat para peserta Lomba Lawang Sekepeng, digelar dalam Festival Budaya Habaring Hurung Kotim di perayaan HUT ke-73 Kotawaringin Timur 2026, Jumat (9/1/2026) pagi. 

Di atas hamparan rumput hijau arena festival, dua peserta dari masing-masing regu saling berhadapan, beradu gerakan dengan penuh konsentrasi. 

Setiap hentakan kaki dan ayunan tangan mencerminkan ketangkasan sekaligus kekuatan seni bela diri tradisional Dayak.

Sorak sorai penonton sesekali pecah saat para peserta menampilkan jurus-jurus terbaik mereka. 

Baik peserta putra maupun putri berusaha menunjukkan kemampuan maksimal demi mencuri perhatian dewan juri.

Lomba Lawang Sekepeng menjadi salah satu cabang yang paling menarik perhatian pengunjung festival. 

Selain bernuansa kompetisi, perlombaan ini juga menyuguhkan keindahan seni dan nilai budaya yang kental.

Koordinator Lomba Lawang Sekepeng, Agus Anang, mengatakan antusiasme peserta tahun ini terbilang tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah regu yang mendaftar.

“Total pendaftar ada 27 regu, terdiri dari 10 regu putri dan 17 regu putra,” ujar Agus Anang kepada Tribunkalteng.com.

Ia menjelaskan, para peserta merupakan utusan dari berbagai kecamatan di Kotawaringin Timur. 

Selain itu, terdapat pula peserta dari perguruan pencak silat, sanggar seni, serta sekolah-sekolah di Sampit dan wilayah Kotim pada umumnya.

Dalam perlombaan ini, dewan juri memiliki sejumlah kriteria penilaian yang ketat. Mulai dari keragaman gerak hingga ketangkasan peserta dalam menampilkan jurus.

“Aspek yang dinilai meliputi keragaman gerak, ketangkasan, kemantapan, serta durasi waktu sesuai juknis,” jelasnya.

Durasi penampilan ditetapkan minimal lima menit dan maksimal tujuh menit. Jika melebihi atau kurang dari ketentuan, peserta dapat kehilangan poin penilaian.

Selain itu, kostum dikenakan peserta juga menjadi bagian penting dari penilaian. Busana tradisional dinilai mampu memperkuat karakter dan makna gerakan Lawang Sekepeng.

Agus menambahkan, peserta terbaik satu putra dan satu putri nantinya akan menjadi wakil Kotawaringin Timur di ajang tingkat provinsi.

Baca juga: Disbudparpora Kota Kembali Gelar Festival Palangka 2024, Lawang Sekepeng Jadi Lomba Favorit

Baca juga: Pemkab Kotim Tiadakan Festival Budaya Habaring Hurung 2025 Dampak Efisiensi Anggaran

“Juara satu putra dan putri akan mewakili Kotim pada Festival Budaya Isen Mulang 2026 di Palangka Raya,” katanya.

Salah satu peserta, Rafli asal Kecamatan Cempaga, mengaku puas dengan penampilannya meski hanya berlatih selama satu minggu penuh.

“Saya latihan siang dan malam. Selain lomba, saya juga sering tampil di acara pernikahan dan kegiatan adat,” ujar Rafli.

Ia berharap Lawang Sekepeng semakin diminati generasi muda agar seni tradisional ini tetap lestari dan dikenal luas. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.