BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ratusan pelaku usaha mikro di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, mendapatkan suntikan modal dan bantuan peralatan usaha dari pemerintah daerah. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Bangka Selatan dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penopang utama perekonomian masyarakat.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) Kabupaten Bangka Selatan, Deka Indra bilang pada tahun 2025 pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan permodalan dan peralatan usaha kepada ratusan pelaku UMKM yang tersebar di seluruh wilayah. Penyaluran tersebut sebagaimana program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid dan Debby Vita Dewi. Khususnya dalam meningkatkan daya saing daerah dan perekonomian masyarakat.
“Total pada tahun 2025 ada sebanyak 570 pelaku usaha yang mendapatkan bantuan modal maupun peralatan dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (9/1/2026).
Menurutnya bantuan yang direalisasikan untuk permodalan bagi pelaku UMKM diberikan kepada 500 pelaku usaha mikro. Bantuan yang diberikan berupa dana tunai sebesar Rp1 juta untuk setiap penerima. Selain bantuan modal, juga disalurkan bantuan peralatan usaha kepada pelaku UMKM yang membutuhkan sarana pendukung produksi. Tercatat sebanyak 70 pelaku UMKM menerima bantuan alat dengan total 202 unit peralatan yang disesuaikan dengan jenis usaha masing-masing.
Bantuan ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Sekaligus memperkuat peran pelaku usaha kecil dan menengah sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Bantuan ini bukan sekadar merupakan bukti keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
“Program bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat UMKM sebagai penggerak utama ekonomi lokal,” ujar Deka Indra.
Diakuinya sektor UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi keluarga, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memberikan dukungan agar usaha mikro bisa bertahan dan berkembang. Pemerintah daerah juga menargetkan agar pelaku UMKM penerima bantuan dapat naik kelas.
Tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang dari sisi omzet penjualan, kualitas produk, hingga manajemen usaha. Dengan dukungan permodalan dan peralatan yang berkelanjutan, UMKM ditargetkan mampu menjadi pondasi ekonomi yang kuat. Sekaligus berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan begitu pelaku UMKM dapat naik kelas.
“Baik dari peningkatan omzet penjualan maupun kualitas produk yang dihasilkan,” sebutnya.
Meski demikian Deka Indra menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan secara tepat. Ia berharap bantuan modal dan peralatan yang telah disalurkan benar-benar digunakan untuk keperluan usaha, bukan untuk kebutuhan lain di luar kegiatan produksi. Dengan keterbatasan modal dan peralatan yang sering menjadi kendala, bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan skala dan kualitas usahanya.
“Terutama untuk menunjang produksi serta meningkatkan daya saing produk UMKM,” ucap Deka. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)