BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Setelah hampir dua dekade menapaki dunia jurnalistik, Syarief Dayan, Pemimpin Redaksi (Pemred) Bangka Pos periode 2016-2018, resmi menutup masa tugasnya di Tribun Network jaringan media massa bagian dari Grup Kompas Gramedia (KG Media), Jumat (9/1/2026).
Syarief Dayan purna tugas dengan membawa jejak panjang pengabdian, kepemimpinan, serta kenangan yang tertanam kuat di berbagai daerah tempatnya pernah bertugas.
Pria asal Pekanbaru, Riau, ini memulai karier jurnalistiknya di Tribun Network Grup Kompas Gramedia sejak 2006, ketika masih berstatus pegawai perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).
Setahun berselang, tepatnya pada 2007, Dayan resmi menjadi karyawan tetap, membuka lembaran perjalanan panjang yang membawanya berkeliling Nusantara.
"Tribun memberi ruang yang sangat besar bagi siapa pun yang mau bekerja serius. Apresiasi itu nyata," ujar Dayan mengenang masa pengabdiannya.
Nama Syarief Dayan memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Bangka Pos. Selama memimpin redaksi pada 2016-2018, ia mengemban tanggung jawab besar dengan menakhodai tiga media cetak dan dua platform digital sekaligus, yakni Bangka Pos, Belitung Pos, Babel News, serta Bangkapos.com dan Posbelitung.co .
Di tengah keterbatasan wilayah dan jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang relatif kecil, Dayan justru menemukan kehangatan dan kekuatan kolektif.
"Saya sempat kaget karena dari kota besar lalu ke Pangkalpinang. Tapi suasananya asik, kekeluargaannya dekat. Itu yang tidak saya temukan di banyak tempat lain," tuturnya.
Ia menyebut semangat kolega di Bangka Pos kala itu sebagai salah satu faktor utama yang mengantarkan media tersebut berada di jajaran papan atas regional.
Hubungan internal yang solid serta komunikasi eksternal yang terjaga menjadi kunci keberlangsungan lima media yang berada di bawah naungannya.
Di sela kesibukan redaksi, Dayan juga kerap menikmati pesona wisata Bangka Belitung yang menurutnya menjadi nilai lebih bagi pengalaman bertugas di daerah.
Syarief Dayan dikenal sebagai sosok yang "siap ditempatkan di mana saja".
Setelah awal kariernya, ia pernah bertugas di Manado (2009), kembali sebentar ke Pekanbaru, lalu menjalani project di Jawa Tengah pada 2012.
Tahun 2014, ia dipercaya sebagai Manajer Produksi Tribun Jambi, sebelum akhirnya berlabuh ke Bangka Pos pada 2016.
Selepas Bangka, Dayan melanjutkan pengabdian ke Tribun Medan pada 2018, lalu kembali ke Pekanbaru pada 2021 hingga masa purna tugasnya tahun ini.
"Beratnya tentu harus meninggalkan keluarga. Tapi saya juga mendapat keluarga baru di setiap daerah. Saya punya saudara di Bangka, Jambi, Manado, Medan," ujarnya.
Pemimpin Redaksi Bangka Pos periode 2023-sekarang, Ade Mayasanto menilai Syarief Dayan sebagai figur pemimpin yang humoris, cerdas, dan penuh semangat.
"Bangka Pos berjaya juga di zamannya Bang Dayan. Beliau tidak ragu mempresentasikan Bangka Pos ke mana pun, dan selalu siap membantu. Jenakanya tidak pernah hilang," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ibnu Taufik Juwariyanto, Pemimpin Redaksi Bangka Pos periode 2018-2023, yang menggantikan posisi Dayan.
"Beliau meninggalkan legacy dan pondasi yang sangat baik. Gaya beliau mungkin terlihat santai dan humoris, tapi kapasitasnya membangun departemen redaksi itu nyata. Saya merasakan langsung saat menggantikan beliau," kata Ibnu.
Bagi Syarief Dayan, purna tugas bukanlah akhir dari jiwa jurnalistik. Ia percaya, jurnalis sejati akan tetap hidup dalam cara berpikir, bersikap, dan memandang kebenaran.
"Yang penting saling menjaga. Setiap unit bisa berjaya dengan caranya masing-masing," ucapnya.
Kini, ia kembali berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun namanya akan selalu tercatat sebagai bagian dari perjalanan TribunNews, seorang nahkoda yang berlayar dari satu daerah ke daerah lain, meninggalkan jejak, persaudaraan, dan warisan kepemimpinan.
Selamat purna tugas, Syarief Dayan. Jurnalis memang tidak pernah benar-benar pensiun.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)