TRIBUNTRENDS.COM - Pusat perhatian publik masih tertuju pada komika papan atas Indonesia, Pandji Pragiwaksono, yang aksinya di atas panggung disebut-sebut telah menyentil banyak pihak, termasuk Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Roasting yang disampaikan Pandji bukan sekadar bahan tawa ia menjelma menjadi percikan api yang memantik perdebatan luas dan emosional.
Dalam waktu singkat, potongan aksi Pandji beredar luas, memicu reaksi berantai.
Namanya melesat menjadi trending topic, disertai gelombang komentar yang datang silih berganti.
Dari dukungan terbuka hingga kecaman keras, ruang digital seakan terbelah.
Baca juga: Tiga Barang Bukti Maut yang Bisa Menjerat Pandji, Polisi Mulai Analisis Jejak Digital Sang Komika
Seiring viralnya roasting tersebut, barisan pembela Wakil Presiden Gibran mulai bermunculan.
Tak hanya dari kalangan pendukung politik, sejumlah figur publik dan artis ikut angkat suara.
Di sisi lain, kelompok-kelompok yang oleh warganet diduga sebagai buzzer juga tampak aktif meramaikan lini masa.
Situasi ini membuat perbincangan tak lagi sebatas soal komedi. Roasting Pandji menjelma menjadi isu yang ditarik ke ranah kekuasaan, kebebasan berekspresi, hingga dugaan mobilisasi opini publik.
Tak tinggal diam, Pandji Pragiwaksono akhirnya merespons derasnya “serangan” yang diarahkan kepadanya, adapun serangan itu sempat viral dengan kata kunci "pandji darurat ide".
Lewat akun X pribadinya, @pandji, ia melontarkan komentar yang langsung menyita perhatian warganet.
“Yah kalau pake "pandji darurat ide" mah publik juga tau ini mah ada anggaran & ada pasukannya,” tulisnya disertai emoji tertawa.
Tak berhenti di situ, Pandji menambahkan satu kalimat singkat yang terasa menusuk namun santai:
“Terlalu triggered, Mas,” lanjutnya.
Unggahan tersebut langsung disambut ribuan respons, mulai dari tawa, dukungan, hingga kritik tajam.
Bagi sebagian warganet, komentar Pandji dianggap sebagai sindiran halus terhadap pola serangan yang dinilai terorganisir.
Dinamika ini juga menarik perhatian komika lain, Arie Kriting. Melalui akun X-nya, @Arie_Kriting, ia menulis unggahan bernada satir yang menyentil hiruk pikuk buzzer di media sosial.
“Hiruk pikuk group para buzzer. Mens Rea mengembalikan asa mereka.
Ada lagi sumber pintu rejeki. Ayo bagikan perintahnya. Semua sosmed bergerak.
Bikin kontent. Posting. Tunggu transferan. Terima kasih Mens Rea,” tulisnya merujuk pada Show Mens Rea Pandji.
Unggahan ini mempertebal kesan bahwa polemik seputar roasting Pandji tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan dinamika opini dan industri perhatian di ruang digital.
Pandji diketahui tengah berada di New York, Amerika Serikat, saat dirinya dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Pandji dilaporkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) pada Rabu (7/1/2026).
Laporan tersebut berkaitan dengan materi pertunjukan Mens Rea yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, pada 30 Agustus 2025 dan kemudian ditayangkan secara digital pada 27 Desember 2025.
Baca juga: Tuduhan Politik Balas Budi: Inilah Penggalan Materi Pandji yang Membuatnya Dilaporkan ke Polda Metro
Melalui unggahan video di Instagram Story pribadinya, Pandji menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan dan doa kepadanya.
“Hai, apa kabar Indonesia. Gue cuma mau bilang terima kasih untuk dukungannya.
Doanya banyak banget, banyak yang ngedoain yang baik-baik ke gue,” ujar Pandji, Jumat (9/1/2026).
Dalam video tersebut, Pandji terlihat berjalan kaki pada malam hari di New York.
Ia mengenakan kupluk dan hoodie hitam, sembari menyampaikan bahwa kondisinya baik-baik saja.
Pandji juga menceritakan aktivitasnya sebelum merekam video tersebut. Ia mengaku baru saja mengisi siaran dan tengah dalam perjalanan pulang.
“Gue lagi di New York, abis ngisi siaran dan sekarang mau balik ke rumah. Lapar. Mau balik ke anak-anak dan istri dan makan malam sama mereka,” katanya.
Tak lupa, Pandji turut mendoakan para pengikutnya agar selalu sehat dan menyampaikan apresiasi atas dukungan terhadap dunia stand up comedy.
“Moga-moga gue masih bisa banyak perkomedian buat kalian,” tandasnya
***
(TribunTrends/Jonisetiawan)