TRIBUNTRENDS.COM - Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengungkapkan bahwa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kawasan Jalan Yos Sudarso akan menjalani proses kurasi yang lebih ketat setelah penataan kawasan tersebut rampung.
Rencananya, Jalan Yos Sudarso akan diubah menjadi kawasan yang lebih menarik, dengan nuansa mirip kawasan jalan bersejarah di Distrik Samphanthawong, Bangkok, Thailand.
Transformasi ini diharapkan mampu menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata baru yang memikat wisatawan ke Kota Bengawan.
"Seperti di Gatsu tetap ada kurasi disesuaikan market yang sekarang. Intinya kami tidak akan menyingkirkan siapapun, tapi mengajak ayo untuk bersama-sama menyesuaikan tempat usahanya supaya lebih menarik dan lebih baik," ujar Respati pada Jumat (9/1/2026).
Lebih jauh, Respati menambahkan bahwa penataan kawasan ini akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026.
Baca juga: Kawasan Jalan Yos Sudarso Solo Bakal jadi Pusat Wisata Baru, Adopsi Jalan Bersejarah di Thailand
Menurutnya, rencana penataan Jalan Yos Sudarso sudah melalui kajian yang matang, termasuk mempertimbangkan masukan dari masyarakat dan tokoh setempat.
"Kami mendengarkan pelaku-pelaku usaha di sana terutama Pak Sardono ya, tokoh sentral di sana. Kemarin saya sudah diskusi banyak sama beliau dan banyak masukan," tutur Respati.
Dengan langkah ini, pemerintah Kota Solo berharap Kawasan Jalan Yos Sudarso tidak hanya tampil lebih estetis, tetapi juga memberikan peluang yang lebih baik bagi para pelaku UMKM setempat.
Di tengah efisiensi anggaran, Respati optimistis rencana penataan Kawasan Jalan Yos Sudarso sebagai destinasi wisata baru di Solo dapat terlaksana tahun ini.
Ia menegaskan efisiensi anggaran tidak akan menghambat program yang dirancang untuk menumbuhkan geliat perekonomian Kota Bengawan.
"Di tengah efisiensi saya sampaikan komitmen pelayanan tetap terjaga. Efisiensi kami dioperasional, efisiensi semuanya tapi yang jelas paling utama untuk pertumbuhan ekonomi, kota budaya dan wisata tetap menjadi yang utama di Solo," kata Respati.
Rencana penataan Kawasan Jalan Yos Sudarso muncul setelah Respati berdiskusi dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dan budayawan Solo, Sardono.
Penataan ini bertujuan menyambungkan Kawasan Gatot Subroto (Gatsu) dan Kauman, yang sudah lebih dulu menjadi kawasan wisata di Solo.
Kawasan Jalan Yos Sudarso akan ditata dengan menghilangkan separator dan merapikan kabel utilitas dengan menanamnya di bawah tanah.
"Itu akan kita rapikan separator akan kita hilangkan, kabel-kabel akan kita turunkan ke bawah, pedestrian akan kita besarkan sampai tiga meter yang nantinya itu menjadi wisata baru," sambung suami Venessa Winastesia.
(TribunTrends/Kompas)