Muncul dan mengaku sebagai darah daging Denada, sosok Ressa Rizky Rossano jadi perbincangan hangat warganet.
Tak ada angin tak ada hujan, Ressa Rizky Rossano mengaku sebagai anak kandung Denada.
Ressa Rizky Rossano ditemani kuasa hukumnya, menggugat penyanyi itu lantaran merasa hak-haknya tidak pernah dipenuhi selama 24 tahun.
Dikutip dari Insert, Ressa menguliti perlakuan Denada yang seolah mengabaikan statusnya sebagai ibu.
Bahkan pada momen Idul Fitri, Denada juga tidak pernah datang menemuinya.
"Saya tidak pernah bertemu meski Idul Fitri tapi saya tahu dia ibu biologis saya karena saya mencari tahu," ucap Ressa.
Selama puluhan tahun itu, kehidupan Ressa jauh dari dunia gemerlap.
Ia hidup dalam keterbatasan ekonomi lantaran Denada tidak pernah menerima nafkah dari Denada.
Lebih lanjut, Ressa juga menceritakan getir hidupnya, berbeda dengan nasib sang ibu.
Ressa bahkan tidur di ruangan bekas gudang dan makan satu kali sehari.
Tak hanya itu, ia juga tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sarjana karena keterbatasan biaya.
"Ya begitu saya adanya itu, makan sehari satu kali pernah dan memang saya tinggal di kamar yang memang sebelumnya gudang," bebernya.
"Sempet kuliah sampai semester empat tapi DO nggak kuat bayar," tambahnya.
Kini Ressa diketahui bekerja sebagai penjaga toko kelontong yang buka selama 24 jam.
Ia mendapatkan gaji di bawah Upah Minimun Kabupaten atau UMK Banyuwangi yang kini sebesar Rp2.989.145.
Denada Mendadak Rindu Ibu
Belum ada klarifikasi resmi yang keluar langsung dari mulut ibu satu anak tersebut.
Namun, di tengah isu yang menerpanya, ia bikin unggahan mengharukan di Instagram.
Ia mengunggah foto dirinya sedang bersama ibu dengan warna hitam putih.
Caption foto ini cukup menyayat hati, yakni :
"Hi Ma, I miss You
Doain dena ya Ma"
Sontak saja, unggahan artis serba bisa ini langsung dipenuhi komentar warganet.
Banyak warganet yang bertanya terkait kasus dugaan Denada sudah menelantarkan anak.
Namun, tidak sedikit pula yang fokus pada wajah Denada lantaran berbeda dengan wajah yang saat ini.
Kuasa Hukum Denada, Muhammad Iqbal, mengatakan, pihaknya telah datang ke PN Banyuwangi saat mediasi digelar beberapa waktu lalu.
Dikatakannya, panggilan sidang sebenarnya sudah dilakukan tiga kali.
"Namun, yang sampai ke Mbak Denada hanya satu kali. Setelah itu, Mbak Denada menunjuk saya sebagai kuasa hukumnya, itupun panggilannya tanpa disertai surat gugatan," kata Iqbal, Jumat (9/1/2025).
Iqbal mengaku baru mendapat materi gugatan saat mediasi.
Namun, ia belum mempelajarinya dan belum mendiskusikannya dengan Denada.
"Jadi, terkait isi gugatan, konstruksi hukumnya, apa yang diminta, dan apa yang dimasukkan, masih belum jelas bagi kami," tuturnya.
Meski demikian, secara prinsip pihaknya siap menghadapi gugatan itu.
"Tetapi kami memang perlu waktu untuk membaca dan mempelajari surat gugatan tersebut terlebih dahulu," ujarnya.