Grid.ID -Dedi Mulyadi kini panggil Kades Panggalih Garut yang diduga lakukan intimadasi warga. Gubernur Jabar singgung soal anggaran.
Beberapa waktu lalu, viral video Kades Panggalih Garut intimidasi warga. Kejadian tersebut ternyata sampai ke Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Terkait dugaan intimidasi warga, Dedi Mulyadi panggil Kades Panggalih Garut. Gubernur Jabar singgung soal anggaran.
Holis diduga mengalami intimidasi setelah mengunggah video yang menampilkan kondisi memprihatinkan jalan desa di Panggalih. Unggahan tersebut kemudian menyebar luas dan menjadi viral di media sosial.
Menanggapi hal itu, Dedi memanggil Wahyu ke kediamannya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang. Pertemuan tersebut ditayangkan melalui kanal YouTube KANGDEDIMULYADICHANNEL pada Kamis (8/1/2026).
Dalam pertemuan itu, Wahyu hadir didampingi keluarga serta jajaran perangkat desa. Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah minimnya pemahaman kepala desa mengenai detail anggaran desa yang dikelola.
Kondisi tersebut terlihat ketika Dedi secara langsung menanyakan besaran anggaran desa kepada Wahyu.
"Berapa anggaran desa tahun 2025," tanya Dedi.
"Satu miliar," jawab Wahyu, yang menjabat sebagai Kepala Desa Panggalih sejak Desember 2019, dengan raut wajah terlihat bingung.
Selanjutnya, Dedi mengalihkan pertanyaan kepada Sekretaris Desa. Sekdes menjelaskan bahwa total anggaran Desa Panggalih pada tahun 2025 mencapai Rp1.011.000.000.
Dedi kemudian meminta penjelasan terkait sumber dana tersebut.
"APBN atau dana desa (transfer pemerintah pusat)," jawab Sekdes.
Mantan Bupati Purwakarta itu lalu menanyakan sumber pendapatan desa lainnya.
"Tidak ada pendapatan asli desa. Adanya ADD (Alokasi Dana Desa) Rp534 juta," kata Sekdes.
Dedi juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut memberikan bantuan keuangan kepada Desa Panggalih.
"Provinsi (bantuan) Rp130 juta. Jadi total uang desa Rp1,675 miliar. Itu belanja untuk pegawainya berapa? Honor kepala, Sekdes, perangkat desa," tanyanya.
Dalam kesempatan itu, Dedi menyindir Wahyu karena tidak memahami secara rinci asal-usul dan penggunaan dana desa.
"Aing mah yakin sia (Wahyu) teu nyaho (saya yakin kamu tidak tahu)," ujar Dedi.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang kreator konten mendapat teguran keras dari pihak yang diduga keluarga kepala desa di Garut viral di media sosial sejak Sabtu (3/1/2026). Dalam video berdurasi 47 detik itu, pemilik akun Facebook Holis Muhlisin tampak dimarahi oleh dua pria dan seorang perempuan yang diduga merupakan istri kepala desa.
Mereka menilai konten yang dibuat Holis merugikan, terutama karena memuat kritik terhadap pembangunan jalan desa serta tata kelola pemerintahan di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu. Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook Muhlis Muhlisin, lalu kembali disebarluaskan oleh sejumlah kreator konten dan selebgram, sehingga memicu beragam reaksi dari warganet.