Pariwisata Jadi Penggerak Utama Ekonomi Lampung, Perputaran Uang Tembus Rp 53 T
January 10, 2026 05:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Bobby Irawan menyebut, sektor pariwisata kini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. 

Sepanjang 2025, perputaran uang dari sektor ini menembus Rp 53 triliun, seiring lonjakan kunjungan wisatawan yang menempatkan Lampung dalam 10 besar destinasi favorit nasional.

“Pertumbuhan pariwisata Lampung tidak hanya terlihat dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari dampak ekonominya yang langsung dirasakan masyarakat, mulai dari UMKM, tenaga kerja, hingga sektor jasa dan perdagangan,” ujar Bobby Irawan dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2025).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Januari–November 2025 jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Provinsi Lampung mencapai 24.702.664 perjalanan, atau tumbuh 53,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Capaian ini menempatkan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan kunjungan tertinggi di Sumatera.

Secara nasional, Lampung masuk jajaran 10 destinasi wisata yang paling diminati wisatawan nusantara versi Kementerian Pariwisata. 

Pada September 2025, Lampung berada di peringkat sembilan dengan 2.159.343 perjalanan wisatawan, bahkan melampaui Bali yang mencatat sekitar 2,12 juta perjalanan pada periode yang sama. 

Di tingkat regional, Lampung menjadi tujuan wisata terbesar kedua di Sumatera dengan kontribusi 13,26 persen terhadap total perjalanan wisatawan nusantara.

Menurut Bobby, capaian tersebut berdampak langsung pada perekonomian daerah. 

Pada 2025, sektor pariwisata menyumbang Rp53.110.727.600.000 terhadap perekonomian Lampung, dengan laju pertumbuhan mencapai 74 persen, tercepat dalam lima tahun terakhir.

“Ini menunjukkan pariwisata bukan lagi sektor pelengkap, tapi sudah menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” tegas Bobby.

Ia menjelaskan, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung kini mendekati 6 persen. 

Dari sisi belanja, rata-rata pengeluaran wisatawan pada 2025 diperkirakan sekitar Rp2,15 juta per kunjungan, yang menggerakkan lebih dari 3.000 UMKM di sektor kuliner, kerajinan, transportasi, akomodasi, dan jasa pendukung lainnya.

“Perputaran uang dari wisatawan ini mayoritas dinikmati pelaku usaha lokal. UMKM menjadi garda terdepan yang paling merasakan manfaatnya,” kata Bobby.

Dampak pariwisata juga terlihat pada penyerapan tenaga kerja. 

Berdasarkan data BPS Provinsi Lampung, jumlah penduduk bekerja pada periode Agustus 2024–Agustus 2025 mencapai 4,853 juta orang, dengan tambahan 65,79 ribu tenaga kerja. 

Dari jumlah tersebut, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diperkirakan menyerap lebih dari 254 ribu tenaga kerja.

“Pariwisata membuka lapangan kerja di banyak lini, baik formal maupun informal, mulai dari hotel, restoran, transportasi, pemandu wisata, hingga industri kreatif,” jelasnya.

Kinerja sektor ini juga tercermin pada tingkat hunian hotel. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Lampung pada 2024 tercatat rata-rata 47,11 persen, sementara pada November 2025 meningkat menjadi 48,93 persen. 

Untuk hotel nonbintang, TPK berada di angka 25,60 persen.

Secara wilayah, pergerakan wisatawan masih terpusat di Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Pesawaran. 

Kawasan tersebut menjadi episentrum pariwisata daerah dengan dukungan destinasi unggulan seperti Taman Nasional Way Kambas, Pulau Pahawang, Pantai Tanjung Setia, serta berbagai destinasi alam dan bahari lainnya.

Bobby menambahkan, penguatan sektor pariwisata terus dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, serta didukung penyelenggaraan berbagai event unggulan seperti Krakatau Festival, Lampung Festival, hingga pengembangan sport tourism melalui ajang Krakatau Run.

“Kami mendorong pariwisata yang berkelanjutan, tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung,” pungkasnya. 

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.