TRIBUNNEWS.com - Seorang perempuan di Sao Paulo, Brasil, Adriana (39), baru mengetahui ternyata menikahi adik kandungnya sendiri, Leandro (37), saat mencari keberadaan ibunya yang lama hilang.
Cerita viral ini terjadi pada 2014 silam, ketika Adriana mencari keberadaan sang ibu,
Adriana diketahui sudah tidak pernah bertemu ibunya sejak ia berusia satu tahun.
Sementara, Leandro baru mengetahui ibu yang merawatnya adalah ibu tiri ketika ia berusia delapan tahun, dilansir TIME.
Keduanya diketahui menjalin hubungan pada 2004, saat Adriana pulang ke kampung halamannya karena gagal menikah dengan suami pertamanya.
Dikutip dari NDTV, Adriana sudah sejak lama mencari keberadaan sang ibu.
Baca juga: Viral, Inara Rusli Sebut Janda saat Nikah Siri Tidak Wajib Ada Wali
Hingga akhirnya pada 2014, ia menghubungi program Radio Globo, The Time Is Now, untuk mencari jejak ibunya.
Pencarian Adriana itu bersambut ketika seorang perempuan bernama belakang Maria, mengatakan ia juga memiliki seorang putra yang telah lama ditinggalkannya, bernama Leandro.
Adriana dan Leandro sama-sama memiliki nama belakang Maria.
Namun, mereka tak menaruh curiga karena berpikir Maria adalah nama yang umum digunakan.
Lewat siaran Radio Globo itulah, Adriana akhirnya tahu, suaminya, Leandro, adalah adik kandungnya sendiri.
Padahal, ia dan Leandro sudah menikah selama tujuh tahun, terhitung pada 2014, dan sudah dikaruniai seorang putri.
Mengetahui Leandro adalah adiknya, Adriana mengaku sangat terpukul.
Tetapi, Adriana dan Leandro memutuskan untuk mempertahankan pernikahan mereka.
"Awalnya kami benar-benar terpukul dengan semua ini, tetapi kami mengadakan pertemuan keluarga dan memberi tahu semua orang bahwa kami akan tetap menjadi suami istri, apa pun yang dipikirkan orang lain."
"Kami punya banyak rencana bersama. Tidak ada yang akan memisahkan kami. Tidak ada," ujarnya.
"Hanya kematian yang akan memisahkan kami."
"Semua ini terjadi karena Tuhan menghendakinya," imbuhnya.
Dilansir Independent, fenomena yang dialami Adriana dan Leandro disebut sebagai Ketertarikan Seksual Genetik atau Genetic Sexual Attraction (GSA).
Fenomena ini terjadi di antara "dua orang dewasa yang telah dipisahkan selama bertahun-tahun kritis perkembangan mereka, dan pembentukan ikatan dan dipertemukan kembalisaat dewasa."
Ketertarikan yang terjadi antara anggota keluarga yang terpisah dapat didefinisikan sebagai kurangnya pengalaman terhadap apa yang dikenal sebagai Efek Westermark.
Efek Westermark adalah sebuah efek psikologis hipotetis yang menyatakan orang yang tinggal berdekatan dalam rumah tangga selama beberapa tahun pertama kehidupan bersama mereka menjadi kurang peka terhadap ketertarikan seksual di kemudian hari.
Orang yang mengalami GSA diduga belum mengalami periode kritis desensitisasi ini bersama-sama.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)