TRIBUNNEWS.COM - Perjuangan Maroko dan Senegal di Piala Afrika dipastikan berlanjut. Keduanya sama-sama melangkah ke semifinal dan kini masih menunggu lawan.
Maroko melangkah ke semifinal setelah mengalahkan Kamerun dengan skor meyakinkan 2-0 pada perempatfinal di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat.
Kemenangan ini terasa sangat spesial bagi Maroko. Untuk pertama kalinya dalam 22 tahun, Atlas Lions kembali menembus semifinal Piala Afrika.
Terakhir kali mereka melakukannya adalah pada edisi 2004, ketika akhirnya kalah di final dari Tunisia dengan skor 2-1.
Beban sejarah dan ekspektasi publik menjadi ujian tersendiri, terlebih Maroko adalah peringkat satu Afrika dan semifinalis Piala Dunia 2022.
Keberhasilan Maroko kembali ke semifinal kali ini menegaskan satu nama yang tak terbendung sepanjang turnamen: Brahim Diaz, bintang Real Madrid yang tak berhenti mencetak gol.
Winger Real Madrid tersebut melanjutkan performa sensasionalnya dengan mencetak gol kelima dalam lima pertandingan beruntun di Piala Afrika 2025 untuk memimpin daftar top skor.
Gol pembuka Maroko pada menit ke-26 berasal dari sentuhan Diaz setelah sundulan Ayoub El Kaabi menyambut sepak pojok Achraf Hakimi. Adapun gol kedua Maroko dibuat oleh Ismael Saibari di menit 74'.
Baca juga: Update Top Skor Piala Afrika 2025: Brahim Diaz Memimpin, 5 Laga 5 Gol
Konsistensi Brahmi Diaz mencetak gol di setiap laga membuatnya bukan sekadar bintang, melainkan pemimpin serangan yang memberi ketenangan bagi tim.
Ketajamannya menjadi fondasi utama Maroko melangkah jauh dan membuat mereka kini difavoritkan mencapai final.
Di semifinal, Maroko akan menghadapi pemenang duel panas antara Aljazair dan Nigeria—ujian yang diprediksi jauh lebih berat dibanding Kamerun.
Nigeria merupakan runner up edisi sebelumnya. Mereka memiliki penyerang berbaha sekelas Victor Osimhen dan Ademola Lookman.
Namun, belakangan kedua pemain ini sedang tidak akur yang membuat situasi internal tim menjadi kurang kondusif.
Aljazair sendiri merupakan juara Piala Africa 2019. Tim asuhan Vladimir Petković ini memiliki bintang Riyad Mahrez dan Rayan ait Nouri di dalamnya.
Dengan mengandalkan kolektifitas tim, Aljazair juga bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata dalam perjalanan menuju ke semifinal.
Laga Aljazair vs Nigeria digelar pada Sabtu (10/1/2026) pukul 23.00 WIB di Stade de Marrakech, Marrakech, Maroko.
Selain Maroko, Senegal juga memastikan tempat di semifinal usai menang 1-0 atas Mali dalam derbi Afrika Barat di Tangier.
Gol tunggal Iliman Ndiaye pada menit ke-27 cukup membawa juara 2022 itu melangkah ke empat besar untuk ketiga kalinya dalam empat edisi terakhir.
Senegal, yang hanya berada satu tingkat di bawah Maroko dalam peringkat Afrika, sejak awal dipandang sebagai ancaman terbesar bagi tuan rumah.
Kehadiran pemain-pemain top seperti Sadio Mane, Kalidou Koulibaly, dan Edouard Mendy membuat Singa Teranga tetap menjadi bayang-bayang serius di jalur menuju final.
Senegal sendiri masih menanti lawan antara Mesir atau Pantai Gading yang keduanya baru akan bertanding malam nanti.
Jika lawan yang dihadapi Mesir, ini akan menjadikan ajang reuni antara bintang Liverpool Mohammed Salah dengan Sadio Mane yang kini memperkuat Al Hilal.
Salah pernah baru membahu bersama Mane saat di bawah asuhan Jurgen Klopp. Keduanya bersama Roberto Firminho pernah menjadi trisula maut di Liverpool yang menghasilkan gelar Liga Champions paa 2018/2019.
Disisi lain, Pantai Gading tak bisa diremehkan. Mereka adalah juara bertahan setelah di final 2023 mengalahkan Nigeria 2-1.
Namun, Pantai Gading yang diperkuat bintang Manchester United Amad Diallo, memiliki pengalaman pahit saat bertemu Mesir.
Mereka pernah kalah di final 2006 dari Mesir lewat drama adu penalti setelah bermain sama kuat 0-0 hingga perpanjangan waktu.
Pelatih Pantai Gading Emerse Fae adalah bagian dari skuad tersebut. Ia masih mengingat momen saat ia dikalahkan Mesir kala itu.
Mesir selama Afcon 2025 ini dinilai kurang meyakinkan, mereka hanya menang tipis di fase grup dan di 16 besar harus melalui perpanjangan waktu sebelum mengalahkan Benin 3-1.
Namun Emerse Fae menilai Mesir memanglah selalu begitu, tapi akhirnya selalu bisa menang.
"Kami menonton Mesir, Anda bisa memasang kembali gambar dari tahun 2006, dan itu akan persis sama," kata Fae, dikutip dari timeslive
"Mesir tampaknya selalu dalam kesulitan, yang sepertinya akan retak, tetapi hampir tidak pernah terjadi," tambahnya.
Menarik untuk dinanti di siapakan yang akan menjadi lawan bagi Senegal di final nanti, apakah Mesir atau Pantai Gading.
Pertandingan Mesir vs Pantai Gading dijadwalkan berlangsung di Stadion Adrar (Le Grand Stade Agadir), Maroko pada Minggu, (11/1/2026 ) pukul 02.00 WIB.
(Tribunnews.com/Tio)