Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Sebanyak 42 mahasiswa Program Studi Agroteknologi STIPER Flores Bajawa melaksanakan kegiatan penanaman padi di Persawahan Ogi, Desa Pape, dalam rangka mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Sawah Merdeka, pada Sabtu (10/01/2026).
Kegiatan ini dilakukan pada lahan sawah seluas 25 are sebagai bagian dari pembelajaran praktik lapangan yang terintegrasi dengan kurikulum kampus.
Program MBKM Sawah Merdeka bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian serta meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan, khususnya di bidang pemuliaan tanaman dan industri perbenihan.
Ketua Program Studi Agroteknologi STIPER Flores Bajawa, Umbu A. Hamakonda, S.TP., M.T, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian.
Baca juga: HMP Peternakan STIPER Flores Bajawa Gelar Natal dan Tahun Baru Bersama
“Program MBKM Sawah Merdeka ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi terlibat langsung dalam proses budidaya hingga pemuliaan padi. Ini penting untuk menyiapkan lulusan Agroteknologi yang adaptif dan siap menjawab tantangan pertanian modern serta ketahanan pangan,” tegas Umbu.
Ia menambahkan, melalui pembelajaran berbasis praktik, pihak kampus berupaya memperkaya kurikulum sekaligus membangun sinergi antara kampus, mahasiswa, dan petani.
“Mahasiswa belajar, petani terbantu, dan kampus hadir memberi solusi bagi persoalan pertanian di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa peserta MBKM Sawah Merdeka Tarsisius S. Ena mengaku keterlibatan langsung di sawah memberikan pengalaman belajar yang tidak diperoleh di ruang kelas.
“Kami belajar langsung di lapangan, mulai dari pengolahan lahan hingga penanaman padi. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kami untuk memahami dunia pertanian secara nyata,” katanya.
Program MBKM Sawah Merdeka juga menyasar peningkatan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan petani melalui penerapan teknologi dan manajemen pertanian modern. Mahasiswa dilibatkan sebagai agen perubahan untuk mendorong pertanian yang lebih maju, berkelanjutan, serta menarik bagi generasi muda.(Cha).