Lagi! Bener Meriah Diguncang Gempa M3.3, Total 17 Kali Aktivitas Seismik Tercatat Sejak Akhir Tahun
January 11, 2026 11:53 AM

Laporan Wartawan TRibun Gayo Bustami I Bener Meriah 

TribunGayo.com, REDELONG - Masyarakat Kabupaten Bener Meriah dan sekitarnya kembali dikejutkan oleh guncangan gempabumi tektonik pada Sabtu (10/1/2026) pukul 22:08 WIB. 

Baca juga: Aktivitas Vulkanik Gunung Burni Telong Sepekan Terakhir: 87 Gempa Terekam, Status Tetap Waspada

Meski berkekuatan Magnitudo 3.3, gempa ini menjadi sorotan karena menambah panjang daftar aktivitas seismik di wilayah Bener Meriah.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas sesar aktif yang cukup intens.

Dimana, terhitung sejak 29 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, telah terjadi sebanyak 17 kali gempabumi yang melanda kawasan Bener Meriah.

Detail Kejadian Gempa Terbaru

Pusat gempa (episenter) terletak pada koordinat 4.91° LU dan 96.77° BT, tepatnya di darat pada jarak 22 kilometr (Km) arah Barat Laut Bener Meriah dengan kedalaman yang sangat dangkal, yakni 5 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif," ujar Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin dalam laporannya.

Baca juga: Jelang Subuh, Bener Meriah Diguncang Gempa Magnitudo 2,8

Dampak dan Intensitas Guncangan

Guncangan dirasakan cukup nyata oleh masyarakat di daerah Aceh Tengah dengan skala intensitas III MMI. 

Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang sedang melintas.

Hingga saat ini:

  • Kerusakan: Belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan.
  • Gempa Susulan: Hingga pukul 22:20 WIB, monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aftershock langsung dari gempa M3.3 tersebut
  • Total Aktivitas: Sebanyak 17 kejadian gempa telah tercatat dalam kurun waktu kurang dari dua minggu terakhir di zona ini.

Imbauan untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terhasut oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab mengenai potensi gempa susulan yang lebih besar.

Warga diminta untuk selalu memastikan informasi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG.

"Pastikan informasi resmi hanya dari BMKG melalui aplikasi atau media sosial terverifikasi, agar terhindar dari disinformasi yang meresahkan," pungkasnya. (*)

Baca juga: Presiden RI Batal Kunjungi Bener Meriah, Diduga Akibat Gempa Beruntun & Status Burni Telong Siaga

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.