Banjir di OKU Timur Terjang Enam Kecamatan, 2.624 Rumah dan Lima Fakes Terdampak
January 11, 2026 12:01 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA --  Sebanyak 2.624 rumah atau kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Kabupaten OKU Timur, Sumsel tepatnya di wilayah Kecamatan Belitang dan sekitarnya.

Banjir bandang, banjir luapan sungai, dan banjir genangan akibat hujan berintensitas sangat lebat sejak Kamis, 8 Januari 2026, mengakibatkan ribuan rumah warga terendam di enam kecamatan.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD OKU Timur per Sabtu (10/1/2026) pukul 17.00 WIB, curah hujan tinggi memicu meluapnya Sungai Muara Balak, Sungai Macak, serta sejumlah aliran anak sungai lainnya.

Air kemudian menggenangi permukiman warga di Kecamatan Belitang II, Belitang III, Belitang Mulya, Belitang, Semendawai Suku III, dan Semendawai Timur.

Total sebanyak 2.624 rumah atau kepala keluarga (KK) terdampak banjir.

BPBD memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga yang rumahnya terendam sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat dan balai desa.

Baca juga: 1.108 Rumah Terendam dan Sejumlah Akses Jalan Lumpuh Akibat Banjir di Belitang II OKU Timur

Belitang II Paling Parah

Wilayah terdampak paling luas berada di Kecamatan Belitang II dengan 1.108 KK terdampak yang tersebar di sembilan desa, yakni Desa Tegal Besar (25 KK), Tanjung Kemuning (8 KK), Bangun Rejo (287 KK), Sumber Makmur (7 KK), Kemuning Jaya (39 KK), Kali Rejo (270 KK), Raman Jaya (241 KK), Batu Mas (226 KK), dan Sumber Harapan (5 KK).

Disusul Kecamatan Semendawai Suku III dengan total 1.037 KK terdampak di sembilan desa, meliputi Desa Cahyanegeri (130 KK), Taman Harjo (132 KK), Gunung Sugih (117 KK), Kerujon (50 KK), Karang Marga (152 KK), Taraman Jaya (83 KK), Sriwangi Ulu (162 KK), Margorejo (57 KK), dan Taraman (59 KK).

Sementara itu, Kecamatan Belitang III mencatat 101 KK terdampak yang tersebar di enam desa, yaitu Desa Nusa Jaya (52 KK), Nusa Bali (4 KK), Nusa Tenggara (12 KK), Senumarga (12 KK), Karangsari (6 KK), dan Ringinsari (15 KK).

Di Kecamatan Belitang Mulya, banjir merendam 126 KK di lima desa, masing-masing Desa Sukoharjo (6 KK), Tulung Sari (10 KK), Ulak Buntar (18 KK), Rejosari (8 KK), dan Desa Purwodadi (84 KK).

Adapun Kecamatan Semendawai Timur mencatat 231 KK terdampak di Desa Melati Jaya (117 KK), Karang Melati (52 KK), Karang Menjangan (35 KK), dan Karang Anyar (27 KK). Sedangkan di Kecamatan Belitang, banjir merendam 21 KK di Desa Tegal Rejo.

Berangsur Surut

Sejumlah wilayah dilaporkan mulai berangsur surut. Di Kecamatan Belitang III, banjir telah sepenuhnya surut dan warga di enam desa terdampak sudah kembali ke rumah masing-masing. Akses jalan utama pun kembali dapat dilalui.

Di Kecamatan Belitang Mulya, dari lima desa terdampak, Desa Purwodadi masih tergenang cukup tinggi karena lokasinya berdekatan dengan Sungai Rengas. 

Sementara empat desa lainnya, yakni Sukoharjo, Tulung Sari, Ulak Buntar, dan Rejosari, genangan air dilaporkan mulai turun dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.

Di Kecamatan Belitang II, banjir di Desa Raman Jaya dan Batu Mas dilaporkan telah surut tetapi jalan provinsi masih tergenang air. Namun, tujuh desa lainnya masih mengalami genangan air hingga Sabtu sore.

Wakil Bupati OKU Timur bersama Kapolres OKU Timur turun langsung meninjau lokasi banjir guna memastikan penanganan dan distribusi bantuan berjalan optimal.

Fasilitas Kesehatan dan Pendidikan Terdampak

Selain permukiman warga, banjir juga berdampak pada fasilitas pelayanan kesehatan. Tercatat dua puskesmas, yakni Puskesmas Totorejo dan Puskesmas Bangsa Negara.

Serta tiga poskesdes di wilayah kerja Puskesmas Taraman terdampak banjir, yaitu Poskesdes Karang Marga, Poskesdes Cahya Negeri, dan Poskesdes Margodadi.

Meski demikian, pemerintah daerah bersama BPBD memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan mengaktifkan posko kesehatan dan mengerahkan tenaga medis ke lokasi terdampak.

Dari sektor pendidikan, Dinas Pendidikan OKU Timur melaporkan seluruh sekolah yang sebelumnya terdampak banjir telah mulai kering pada Sabtu (10/1/2026) pukul 16.00 WIB.

Proses pembersihan masih terus dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal dalam waktu dekat.

Upaya Penanganan dan Bantuan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD OKU Timur, Bambang Irawan, menyampaikan bahwa sejak awal kejadian pihaknya telah melakukan berbagai upaya penanganan. 

"BPBD melakukan kaji cepat, mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk evakuasi dan pendataan, serta mengoperasikan Pusdalops selama 24 jam," katanya, Minggu (11/1/2026).

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menyalurkan 500 paket sembako, sementara Pemerintah Kabupaten OKU Timur menambah 100 paket sembako bagi warga terdampak.

Kementerian Sosial Provinsi Sumatera Selatan juga menyalurkan bantuan logistik berupa ribuan makanan siap saji, lauk pauk, makanan anak, perlengkapan keluarga, kasur, tenda, dan selimut ke enam kecamatan terdampak.

Selain itu, BPBD OKU Timur mengerahkan mobil dapur umum dan mendirikan posko kesehatan di sejumlah titik untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Hingga hari ketiga, BPBD OKU Timur masih terus melakukan monitoring, pendataan lanjutan, serta dokumentasi dampak banjir.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca dan debit air sungai yang masih fluktuatif.

"Fokus kami saat ini adalah memastikan keselamatan warga, pelayanan kesehatan tetap berjalan, serta pemulihan aktivitas masyarakat secara bertahap," pungkas Bambang Irawan.

 

 

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.