TRIBUN-SULBAR.COM - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) mencatat keberhasilan pelaksanaan program Inseminasi Buatan (IB) ternak sapi.
Hingga tahun 2025, angka kelahiran sapi di Sulbar mencapai 1.928 ekor.
Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1.687 ekor.
Baca juga: Kejar PAD, Bapenda Gagas Semua Kendaraan Domisili Sulbar Wajib Terdaftar
Baca juga: Pulang Kerja Naik Motor Pria di Wonomulyo Polman Dilempari OTK Pakai Balok Korban Luka di Kepala
Ineminasi Buatan merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan populasi sapi unggul di Sulbar, sekaligus upaya strategis untuk memperbaiki mutu genetik ternak.
“Program ini menjadi bagian dari upaya daerah dalam mendukung swasembada pangan yang menjadi komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Kepala Dinas TPHP Sulbar, Hamdani Hamdi.
Ia menambahkan, keberhasilan program IB tidak hanya berdampak pada peningkatan populasi ternak, tetapi juga berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan daging lokal serta peningkatan kesejahteraan peternak di Sulbar.
Hamdani menuturkan, Dinas TPHP Sulbar saat ini memiliki stok semen beku sebanyak 23.706 dosis.
Semen beku adalah sperma pejantan unggul, yang telah diencerkan dengan pengencer khusus, kemudian dibekukan untuk keperluan inseminasi buatan (IB).
Stok tersebut terdiri dari berbagai jenis ternak unggul.
Antara lain sapi Angus, Limosin, Madura, Simental, Bali, Brahman, Ongole, dan Wagyu.
Selain itu, juga tersedia semen beku untuk kerbau biasa dan kerbau belang, serta ternak kambing jenis Saanen, Boer, dan Peranakan Etawa.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas TPHP Sulbar, Nur Kadar, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program IB agar berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Kami siap mengawal dan memastikan program IB ini berjalan dengan baik, terukur, dan berkelanjutan. Mulai dari pendampingan peternak, kesiapan petugas lapangan, hingga pemenuhan sarana dan prasarana pendukung,” jelas Nur Kadar.
Ke depan, Dinas TPHP Sulbar berharap capaian peningkatan angka kelahiran ternak ini dapat terus ditingkatkan melalui penguatan program IB, peningkatan kapasitas sumber daya manusia petugas lapangan, serta dukungan sarana dan prasarana peternakan. (*)