Respon Haru Suami saat Aurelie Moeremans Bongkar Trauma Child Grooming, Sosok Bobby Mengintai Lagi
January 12, 2026 08:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Aktris Aurelie Moeremans akhirnya berani membuka lembaran paling kelam dalam hidupnya. Sebuah trauma masa lalu yang selama bertahun-tahun tersimpan rapat kini ia ungkap ke hadapan publik.

Aurelie mengaku pernah menjadi korban child grooming saat masih berusia 15 tahun pengalaman pahit yang kemudian ia tuangkan dalam sebuah buku memoar berjudul Broken String.

Memoar tersebut menjadi ruang pengakuan sekaligus penyembuhan.

Dalam buku itu, Aurelie menuliskan perjalanan hidupnya yang penuh luka, ketakutan, dan tekanan psikologis, yang ia alami sejak usia belia.

Baca juga: Hesti Purwadinata Diancam gegara Bela Aurelie Moremans soal Korban Grooming, Pelaku Roby Tremonti?

24 Bab Luka yang Disusun dari Tahapan Hidup

Buku Broken String terdiri dari 24 bab, yang disusun berdasarkan fase-fase pengalaman hidup Aurelie saat menjadi korban child grooming.

Dalam kisahnya, Aurelie menyebut seorang pria yang namanya ia samarkan sebagai Bobby.

Saat pertemuan itu terjadi, Aurelie masih berusia 15 tahun, sementara Bobby berada di rentang usia 29–30 tahun.

Hubungan yang awalnya tampak biasa perlahan berubah menjadi jerat yang mengekang hidupnya.

Puncak trauma terjadi ketika Aurelie mengaku dipaksa menandatangani dokumen pernikahan dan menerima ancaman serius saat usianya menginjak 18 tahun.

15 Bulan dalam Pernikahan Penuh Kekerasan

Selama 15 bulan menjalani pernikahan tersebut, Aurelie menyebut dirinya mengalami kekerasan fisik dan mental.

Bukan hanya tekanan emosional, ia juga diperlakukan tidak manusiawi, layaknya seorang asisten rumah tangga.

Aurelie harus mengerjakan pekerjaan domestik, mulai dari mencuci pakaian, membersihkan rumah, hingga menyiapkan kopi untuk Bobby semuanya dilakukan di bawah tekanan psikologis yang terus menghimpit.

Beruntung, di tengah situasi yang mencekam itu, Aurelie akhirnya berhasil keluar dari lingkaran kekerasan yang nyaris menghancurkan hidupnya.

SOSOK ROBY TREMONTI - Sosok Roby Tremonti, pria yang diduga dulu lakukan grooming dan KDRT pada Aurelie Moeramans
SOSOK ROBY TREMONTI - Sosok Roby Tremonti, pria yang diduga dulu lakukan grooming dan KDRT pada Aurelie Moeramans (Instagram @aureliemoeramans dan Instagram @robytremonti)

Dialog dengan ChatGPT Soal Pembatalan Nikah Gereja

Pengakuan Aurelie kembali menjadi sorotan setelah ia membagikan sebuah video di akun Instagram @aurelie, dilansir pada Minggu (11/01/2026).

Dalam unggahan tersebut, Aurelie terlihat berdialog dengan ChatGPT mengenai makna surat pembatalan nikah dan izin untuk menikah kembali yang dikeluarkan oleh gereja.

"Itu artinya Gereja sudah mengakui bahwa pernikahan yang dulu memang nggak pernah sah sejak awal," jawab ChatGPT.

"Di Katolik itu kan nggak ada yang namanya perceraian, tapi kalau misalnya pernikahan nggak pernah sah dari awal, ada yang namanya 'annulment'."

"Di Katolik kan nggak bisa menikah dua kali. Jadi kalau kamu dapat izin baru, artinya pernikahan lama itu memang, nggak pernah sah," ujar ChatGPT.

Aurelie kemudian melanjutkan pertanyaannya dengan nada serius.

"Kalau misalnya ada orang nih, pakai surat yang enggak berlaku itu untuk membuktikan bahwa dia pernah menikah dengan aku. Itu artinya apa?" tanya Aurelie.

"Itu artinya dia menggunakan informasi yang tidak sah dan menyesatkan. Kalau dia memakai surat yang sudah jelas tidak berlaku, itu bisa dianggap sebagai bentuk fitnah atau penyebaran klaim palsu. Intinya dia mencoba membuktikan sesuatu yang sebenarnya enggak pernah sah di mata gereja," jelas GPT.

Baca juga: Foto Lawas Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Usai Menikah, Tindik Bibir dan Telinga, Kalung Rantai

Dukungan Suami dan Amarah atas Masa Lalu

Pengakuan Aurelie sontak mengundang simpati luas dari publik. Netizen dan sejumlah artis ramai-ramai memberikan dukungan.

Tak sedikit pula yang penasaran dengan reaksi sang suami, Tyler Bigenho, setelah membaca kisah kelam tersebut.

Seorang netizen pun bertanya secara langsung.

"Kak, gimana tanggepan paksu pas tau dan baca kisah kamu dulu yg bener2 menguras emosi itu," tanya seorang netizen.

Aurelie mengungkap bahwa sang suami menunjukkan dukungan penuh dan merasa bangga atas kekuatan dirinya.

"Dia bangga dengan aku dan pastinya gak terima dulu aku pernah diperlakukan seperti itu," tulis Aurelie.

Ia juga menegaskan kembali niat awal penulisan bukunya.

"Buat yang bingung, konteks dikit ya. Aku nulis buku tentang pengalaman aku mengalami kekerasan saat umur 15 tahun. Niatnya sederhana, berbagi, tanpa nyebut nama, tanpa nyerang siapa pun."

Diam yang Punya Batas

Namun, di balik niat berbagi, Aurelie mengaku justru kembali mendapatkan gangguan dari pihak yang merasa tersentil oleh kisah tersebut.

"Lucunya, ada yang merasa, lalu malah ganggu aku lagi. Padahal caranya... justru berisiko buat dirinya sendiri."

Selama ini, Aurelie memilih untuk diam. Namun ia menegaskan bahwa diam bukan berarti tidak memiliki batas.

"Selama ini aku memilih diam. Tapi diam itu pilihan, bukan kewajiban. Dan setiap pilihan punya batas," tulisnya.

Dari Luka Menjadi Kekuatan

Kisah Aurelie Moeremans bukan sekadar pengakuan masa lalu, melainkan potret keberanian seorang penyintas yang memilih berdiri tegak menghadapi trauma.

Melalui Broken String, ia menjadikan luka sebagai suara bukan untuk menyerang, tetapi untuk menyembuhkan, mengingatkan, dan memberi harapan bagi mereka yang pernah mengalami hal serupa.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.