Dari Amukan Jadi Ajakan Damai: Pelapor Pandji Mendadak Melunak Usai Tak Diakui PP Muhammadiyah!
January 12, 2026 08:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono sempat bergema keras di ruang publik. Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) bersama Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) sebelumnya melayangkan aduan serius terkait materi spesial show Mens Rea yang tayang di Netflix.

Pandji dituding melakukan penghasutan hingga penistaan agama, tuduhan yang langsung memicu perdebatan luas dan memantik reaksi dari berbagai kalangan.

Namun seiring berjalannya waktu, tensi polemik perlahan mereda. Beragam pandangan muncul, termasuk dari internal Muhammadiyah sendiri.

Di tengah dinamika tersebut, para pelapor kini mulai menunjukkan sikap yang lebih lunak, bahkan membuka peluang penyelesaian secara damai.

Baca juga: Ada Anggaran, Ada Pasukan! Pandji Pragiwaksono Skakmat Serangan Buzzer Usai Roasting Wapres Gibran

Berangkat dari Keresahan Kader

Ketua Aliansi Muda Muhammadiyah, Tumada, menjelaskan bahwa pelaporan terhadap Pandji bukanlah langkah spontan, melainkan lahir dari diskusi internal yang dilandasi rasa keberatan.

Menurutnya, ada bagian materi Mens Rea yang dianggap menyerempet dan membawa-bawa nama organisasi.

“Ini memang benar-benar pure gerakan organik yang memang kami bangun.

Setelah melalui kajian bersama, kami menilai ada bagian-bagian yang berpotensi menyinggung kesalahpahaman publik,” ujar Tumada kepada Kompas.com, Jumat (9/1/2026).

Tumada mengungkapkan, poin utama yang dipersoalkan adalah pernyataan Pandji yang menyebut Muhammadiyah dan NU mendapat jatah tambang dari Presiden terpilih Prabowo Subianto sebagai bentuk balas budi. Menurut AMM, pernyataan tersebut berpotensi menyesatkan karena menyeret organisasi secara menyeluruh.

“Kami merasa bahwa itu bukan Muhammadiyah-nya, tapi perorangannya. Yang mana kemudian kalau kita berbicara soal organisasi per hari ini, itu tidak bisa dibawa-bawa,” kata dia.

PANDJI PRAGIWAKSONO - Stand-up comedian Pandji Pragiwaksono
PANDJI PRAGIWAKSONO - Stand-up comedian Pandji Pragiwaksono dituding melakukan penghasutan hingga penistaan agama (Instagram/@pandji.pragiwaksono)

Ditegaskan Bukan Bagian Resmi Muhammadiyah

Setelah laporan mencuat, Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan klarifikasi tegas.

PP Muhammadiyah menyatakan bahwa Aliansi Muda Muhammadiyah bukanlah organisasi resmi di bawah struktur Muhammadiyah.

Ketua Biro Komunikasi dan Pelayanan Umum PP Muhammadiyah, Edy Kuscahyanto, menekankan bahwa laporan tersebut tidak mewakili sikap organisasi.

“Aliansi Muda Muhammadiyah juga bukan organisasi resmi di Muhammadiyah. Mereka hanya individu yang mengatasnamakan Muhammadiyah,” kata Edy.

Menanggapi pernyataan tersebut, Tumada menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan sikap PP Muhammadiyah.

Ia mengakui AMM memang tidak berada dalam struktur resmi, meski mayoritas anggotanya berasal dari warga Muhammadiyah.

“Karena memang kami memang terpisah dengan organisasi induk, maka kami sebenarnya memaknai jalan ini sebagai jalan kritis yang harus disuarakan cepat,” ujar Tumada.

Baca juga: Kondisi Terbaru Pandji Pragiwaksono di New York Usai Dilaporkan ke Polda Metro Jaya: Gue Lapar

Komedi, Ekspresi, dan Dampak Sosial

AMM menyadari bahwa komedi merupakan ruang ekspresi.

Namun menurut mereka, konteks berubah ketika materi tersebut ditayangkan di platform dengan jangkauan luas seperti Netflix.

“Ketika di ruang publik dengan jangkauan luas, komedi juga kan sebenarnya memiliki dampak sosial,” kata Tumada.

Ia menyoroti secara khusus kutipan Pandji yang dianggap paling bermasalah.

“Emang lo pikir kenapa NU sama Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Karena diminta suaranya,”

Menurut AMM, pernyataan tersebut berpotensi membentuk opini publik bahwa organisasi keagamaan resmi terlibat dalam praktik politik balas budi, sesuatu yang mereka nilai tidak tepat dan merugikan.

Pelapor Mulai Melunak, Ruang Damai Dibuka

Seiring proses berjalan dan polemik meluas ke berbagai arah, sikap pelapor pun mulai berubah.

AMM menegaskan bahwa tujuan laporan tersebut bukan untuk memenjarakan Pandji.

“Langkah yang kami tempuh itu bukan semata-mata untuk pemidanaan. Melainkan sebagai mekanisme klarifikasi dan evaluasi melalui jalur yang sah,” ucap Tumada.

Bahkan, AMM kini membuka peluang untuk berkomunikasi langsung dengan Pandji Pragiwaksono, jika memungkinkan, sebagai bagian dari upaya mencari jalan keluar yang lebih konstruktif.

Baca juga: Tuduhan Politik Balas Budi: Inilah Penggalan Materi Pandji yang Membuatnya Dilaporkan ke Polda Metro

Respons Santai Pandji dari New York

Sementara itu, Pandji Pragiwaksono menanggapi polemik yang menimpanya dengan sikap santai.

Dari New York, ia menyampaikan bahwa kondisinya baik-baik saja dan mengucapkan terima kasih kepada para pendukungnya.

"Gue juga baik-baik aja. Gue lagi di New York, abis ngisi siaran. Dan sekarang lagi mau balik ke rumah, lapar, mau balik ke anak-anak dan istri, dan makan malam sama mereka," ucap Pandji.

Ia pun menutup pesannya dengan ungkapan hangat kepada para penikmat stand-up comedy.

"Semoga lu juga sehat dan baik-baik aja. I love you guys. Dan terima kasih sudah mencintai dunia stand up comedy," lanjutnya.

Dari Polemik Menuju Refleksi

Kasus Mens Rea yang semula menggebu kini memasuki fase baru. Dari laporan bernada keras hingga terbukanya kemungkinan damai, polemik ini tak hanya menjadi ujian bagi Pandji Pragiwaksono, tetapi juga refleksi tentang batas komedi, kebebasan berekspresi, serta cara masyarakat menyikapi kritik di ruang publik.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah selanjutnya: apakah dialog akan benar-benar terwujud, atau polemik ini akan terus bergulir di ranah hukum.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.