Di Tengah Gelombang Protes, Iran Sebut Mossad Serang Polisi, Israel Tak Lagi Menyangkal
January 12, 2026 11:19 AM

SERAMBINEWS.COM – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengklaim bahwa pihaknya menemukan bukti “teroris Mossad” menyerang aparat kepolisian Iran di tengah berlangsungnya gelombang unjuk rasa besar di berbagai kota di Iran.

Pernyataan itu disampaikannya di media sosial X pada Sabtu malam, setelah mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menyatakan bahwa agen intelijen Israel, Mossad, tampak bergerak bebas di jalan-jalan Iran.

Menurut Araghchi, tuduhan itu menunjukkan ada campur tangan asing dalam krisis domestik Iran yang tengah dilanda aksi protes akibat kondisi ekonomi dan politik yang memanas.

Ia memperingatkan bahwa baik Amerika Serikat maupun Israel akan menghadapi konsekuensi serius jika terus mendukung “para perusuh” yang menurutnya berusaha memicu kekerasan terhadap aparat keamanan Iran.

“Direktur CIA yang diperintah Presiden [AS Donald] Trump secara terbuka dan tanpa malu-malu menyoroti apa yang sebenarnya dilakukan oleh Mossad dan para pendukungnya,” ujar Araghchi, Sabtu, di media sosial X.

Dikutip dari Press TV, Araghchi memperingatkan AS dan Israel mengenai konsekuensi yang akan muncul karena mendukung para perusuh dalam aksi unjuk rasa di Iran. Araghchi mempertanyakan apakah pemerintah AS bakal menoleransi aksi serangan terhadap polisi seperti itu apabila terjadi di AS.

Di samping itu, dia mengkritik pemerintah Presiden AS Donald Trump yang menurutnya mendukung aksi kebrutalan di AS. Namun, Trump justru bungkam terhadap aksi perusuh di negara lain.

Araghchi menyinggung kasus seorang perempuan di AS yang tewas karena ditembak oleh agen ICE (Lembaga Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai). Dalam kasus itu Trump justru menuding korban sebagai “teroris dalam negeri”.

Baca juga: Daftar Lowongan Kerja Januari 2026 Dibuka! Bank BTN, Mayora hingga DAMRI, Cek Syaratnya

Baca juga: 17 Kode Redeem FF 12 Januari 2026, Klaim Hadiah Gratis Skin hingga Diamond, Ini Daftar Lengkapnya!

Jaringan terorganisir diduga menyusup ke Iran

Sekretaris Dewan Keamanan Iran Ali Larijani pada hari Minggu mengklaim “jaringan yang terorganisir dan merusak” telah menyusup di antara para pengunjuk rasa dan menjalankan aksi kekerasan. Larijani menyebut taktik yang dilakukan jaringan itu mirip dengan taktik ISIS.

Sebelumnya, Tasnim melaporkan ada 109 aparat keamanan yang tewas karena kerusuhan di seluruh Iran.

Israel akui Mossad kini beroperasi di Iran

Menteri Warisan Budaya Israel Amichai Eliyahu mengakui bahwa agen Mossad kini beroperasi di Iran di tengah-tengah aksi unjuk rasa besar di negara itu.

Menurut dia, Israel sudah mengerahkan agennya secara langsung di Iran selama perang 12 hari antara Iran dan Israel pada bulan Juni 2025. Eliyahu menyebut agen yang sama juga beroperasi di Iran saat ini.

“Ketika kami menyerang Iran saat operasi ‘Singa Bangkit’, kami berada di tanah Iran dan paham cara meletakkan dasar-dasar untuk melancarkan serangan. Saya dapat menjamin bahwa kita punya beberapa orang Israel yang sedang beroperasi saat ini,” kata Eliyahu kepada Army Radio, Kamis, (8/1/2026), dikutip dari The New Arab.

“Apakah mereka kini beraksi agar menggulingkan rezim Iran secara langsung? Tidak. Apakah mereka beraksi agar memastikan Iran tidak bisa mengancam kita dari segala bidang? Ya.”

Di sisi lain, Iran juga mengakui bahwa Israel mengerahkan agen-agennya saat perang yang berlangsung 12 hari. Iran pun melakukan penangkapan dan menghukum mati sejumlah orang yang dinyatakan bekerja sama dengan Mossad.

Pada hari yang sama ketika Eliyahu mengonfirmasi keberadaan Mossad di Iran, Araghchi mengatakan AS dan Israel campur tangan dalam persoalan domestik Iran.

“Inilah apa yang sudah dikatakan orang Amerika dan Israel, bahwa mereka ikut campur tangan secara langsung dalam aksi unjuk rasa di Iran,” kata Araghchi ketika berkunjung ke Iran.

“Mereka berusaha mengubah unjuk rasa yang dilakukan secara damai menjadi unjuk rasa yang memecah belah dan diwarnai kekerasan.”

Sementara itu, saat ini dilaporkan ada ratusan orang di Iran yang tewas dalam aksi unjuk rasa. Aksi protes itu berawal dari unjuk rasa beberapa pengusaha di Kota Teheran karena mata uang Iran mengalami depresiasi parah pada bulan Desember 2025.

Unjuk rasa kemudian meluas. Para demonstran mengeluhkan situasi ekonomi di Iran, dugaan korupsi, dan kesalahan pemerintah dalam mengurus negara.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.