Kondisi Psikis KL, WNI Anak yang Ditangkap di Yordania, Idap ADHD-Depresi
kumparanNEWS January 12, 2026 11:57 AM
Remaja Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial KL (16) yang ditangkap aparat Yordania terkait dugaan keterlibatan ISIS diketahui mengalami gangguan kesehatan mental serius. KL disebut mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dan mengalami depresi berat sejak sebelum penangkapannya.
Informasi tersebut disampaikan keluarga KL berdasarkan pemantauan langsung dan komunikasi dengan pihak-pihak yang mengetahui kondisi KL selama proses penahanan di Yordania.
Pada pekan lalu, Kemlu RI menyebut KL sudah berada dalam perawatan psikiatri sebelum penangkapannya pada 19 Mei 2025 lalu. Gangguan psikologis yang dialami KL tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan telah berlangsung cukup lama dan memengaruhi kondisi emosional serta perilakunya.
Menurut keterangan keluarga, selama dalam tahanan KL hanya diberikan obat antidepresan.
"Setiap hari dikasih obat anti depresi dan obat penenang. Tapi, tidak ada pendampingan langsung dari psikiater," ujar ibunda KL.
Kepada kumparan, pihak keluarga melaporkan kondisi psikis KL terus memburuk. Ia kerap membenturkan tubuh ke dinding, mengalami gangguan tidur selama beberapa hari, serta menunjukkan perilaku menyakiti diri sendiri.
"Kelakuannya begitu, (menyayat tangan) pakai gunting. Gunting diumpetin, eh pakai pisau rautan," tambahnya seraya menyebut bahkan kepala penjara setempat menunjukkan keprihatinan terhadap kondisi KL.
KL merupakan anak dari ibu berkewarganegaraan Indonesia dan ayah berkewarganegaraan Prancis. Setelah orang tuanya bercerai saat KL masih kecil, ia tinggal bersama ibunya di Yordania.