Pelestarian Budaya Lokal Jadi Fokus Disdikbud Palu Tahun 2026
January 12, 2026 02:29 PM

TRIBUNPALU.COM, PALU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu menegaskan komitmennya untuk menjadikan pelestarian budaya lokal sebagai salah satu fokus utama kebijakan pada tahun 2026.

Upaya ini dilakukan guna menjaga eksistensi budaya Tanah Kaili di tengah derasnya arus modernisasi sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Kota Palu.

Kepala Disdikbud Palu, Hardi, mengatakan kebudayaan harus mendapatkan ruang yang kuat dalam kehidupan masyarakat dan tidak boleh terpinggirkan oleh perkembangan zaman.

Baca juga: Disdikbud Palu Targetkan Rapor Pendidikan Naik ke 87 Jadi Fokus 2026

“Bagaimana kebudayaan ini mendapatkan tempat di masyarakat Kota Palu, itu yang menjadi perhatian kami ke depan,” ujar Hardi kepada TribunPalu.com, Senin (12/1/2025).

Menurutnya, Disdikbud Palu akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari komunitas seni, ketua-ketua adat, lembaga adat, hingga penggiat kebudayaan, untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam melestarikan kearifan lokal Tanah Kaili.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, memaparkan komitmen Disdikbud Palu dalam memperkuat pelestarian budaya Tanah Kaili melalui kolaborasi dengan komunitas seni, lembaga adat, dan penggiat kebudayaan, Senin (12/1/2025).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, memaparkan komitmen Disdikbud Palu dalam memperkuat pelestarian budaya Tanah Kaili melalui kolaborasi dengan komunitas seni, lembaga adat, dan penggiat kebudayaan, Senin (12/1/2025). (TribunPalu.com/Robit Silmi)

“Kita ingin duduk bersama, kira-kira apa yang bisa dilakukan untuk melestarikan kearifan lokal yang menjadi budaya di Tanah Kaili,” katanya.

Hardi menjelaskan, sejumlah aspek budaya akan terus didorong agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda, seperti penggunaan bahasa daerah, pemakaian busana adat, serta pengembangan seni tari dan seni tradisional lainnya.

Selain itu, Disdikbud Palu juga akan menjalin kerja sama lintas sektor dengan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Pariwisata, lembaga kebudayaan, Balai Bahasa, hingga kalangan akademisi.

Baca juga: Kejari Palu Serahkan Tiga Tersangka Korupsi Perumda ke Jaksa Penuntut, Kerugian Negara Capai 1,4 M

“Kita perlu koordinasi dan kerja sama dengan instansi lain agar pelestarian budaya ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar terintegrasi dalam kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, sekolah menjadi ruang strategis dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada peserta didik sejak dini, sehingga generasi muda tidak tercerabut dari identitas budayanya sendiri.

Program penguatan pelestarian budaya ini menjadi bagian dari arah kebijakan Disdikbud Palu tahun 2026, seiring upaya membangun sistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakar kuat pada nilai dan identitas budaya lokal.

Baca juga: Rapor Pendidikan Terbaik 2025: SMP Negeri 6 Palu Jadi Contoh Sekolah Berkualitas

Hingga kini, Hardi masih dipercaya Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, untuk memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu dalam mendorong kemajuan pendidikan sekaligus menjaga warisan budaya daerah. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.