5 Fakta Suami Jadi Tameng Istri Hamil 8 Bulan Saat Tembok Rumah Roboh, Begini Kondisi Korban
January 12, 2026 02:32 PM

 

SURYA.co.id – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Makassar pada Minggu (11/1/2026) sore berubah menjadi petaka bagi sebuah keluarga kecil di Jl Keindahannya 12 Blok AA Nomor 171, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Tamalanrea.

Di rumah sederhana itulah, sepasang suami istri tertimpa reruntuhan bangunan milik mereka sendiri.

Korban diketahui bernama Muh Raihan Arsal dan istrinya, Nur Aisyah Bahar, yang saat kejadian tengah mengandung delapan bulan.

Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung justru runtuh di tengah cuaca ekstrem, meninggalkan luka fisik sekaligus trauma.

Namun di balik reruntuhan itu, tersisa satu kisah yang membuat banyak orang terdiam, seorang suami yang secara refleks menjadikan tubuhnya sebagai pelindung terakhir bagi istri dan janin yang dikandungnya.

Berikut rangkuman faktanya dirangkum SURYA.co.id dari Tribun Timur.

1. Laporan Darurat dan Kepanikan Warga

Kejadian itu pertama kali terungkap lewat laporan warga ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar pada pukul 15.55 Wita.

Bahkan, satu warga disebut datang langsung ke Pos Damkarmat Tamalanrea, sebuah isyarat kepanikan sekaligus urgensi situasi.

Di tengah cuaca yang belum bersahabat dan ancaman bangunan ambruk susulan, waktu menjadi faktor penentu.

Tim Rescue Damkarmat Pos Tamalanrea pun langsung bergerak.

2. Menit-menit Kritis di Lokasi Runtuhan

Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang, menyebut respons dilakukan hampir tanpa jeda.

“Tim berangkat satu menit setelah laporan diterima, tepat pukul 15.56 Wita, dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 16.05 Wita,” ujarnya.

Proses evakuasi dimulai pukul 16.06 Wita.

Situasi di lokasi digambarkan penuh kehati-hatian.

Karena bangunan belum sepenuhnya stabil, sementara satu korban adalah perempuan hamil tua yang setiap pergerakannya harus diperhitungkan.

Petugas menggunakan peralatan rescue seperti spryder bolt, cutter manual, hooligan tools, hingga tali webbing.

Setiap potongan reruntuhan dilepas perlahan, seolah berpacu dengan risiko runtuhan lanjutan.

3. Ketika Naluri Mengalahkan Rasa Takut

Dari keterangan korban perempuan, terungkap momen paling menentukan dalam peristiwa itu.

Saat bangunan mulai runtuh, sang suami tak berusaha menyelamatkan diri lebih dulu.

Ia justru menahan reruntuhan dengan tubuhnya sendiri.

“Suaminya menahan dan melindungi istrinya dari reruntuhan, sehingga korban perempuan bisa selamat,” tutur Fadli Wellang.

Bahasa tubuh dalam cerita ini sederhana namun kuat, refleks, tanpa perhitungan, tanpa rencana.

Naluri seorang suami dan calon ayah mengambil alih segalanya.

Keputusan sepersekian detik itu menjadi pembatas antara hidup dan kemungkinan terburuk.

4. Kondisi Korban

Keduanya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat RS Wahidin Sudirohusodo menggunakan ambulans Dinas Kesehatan Kota Makassar.

Muh Raihan Arsal mengalami sejumlah luka dan trauma, termasuk cedera di bagian tengkuk leher, panggul, serta paha kiri.

Sementara Nur Aisyah mengalami luka lecet di wajah dan bibir, dengan kondisi tubuh yang masih lemas dan pucat.

“Istrinya masih lemas, pucat, dan sedang hamil delapan bulan,” kata Fadli.

Tim medis kini memantau kondisi ibu dan janin secara intensif.

5. Peringatan Cuaca Ekstrem

Proses evakuasi dinyatakan selesai pada pukul 17.00 Wita. Petugas kembali ke pos sekitar pukul 17.10 Wita setelah memastikan area aman bagi warga sekitar.

Damkarmat Makassar kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kondisi bangunan, terutama di tengah cuaca ekstrem yang belakangan kerap melanda Makassar.

Bangunan tua, struktur rapuh, dan cuaca tak menentu bisa menjadi kombinasi mematikan jika diabaikan.

Di balik laporan resmi dan data waktu evakuasi, peristiwa ini meninggalkan satu jejak yang sulit dihapus, yakni tentang keberanian yang lahir tanpa aba-aba, dan tentang rumah yang runtuh, namun cinta di dalamnya tetap berdiri.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.