NOVA.id—Program bantuan sosial seperti PKH dan BPNT sering menjadi sasaran penipuan digital (phishing).
Para penipu menyebarkan pesan atau tautan palsu yang mengaku dari Kemensos untuk mengambil data pribadi atau uang korban.
Contoh modus umum adalah pesan berantai yang berisi tautan pendaftaran PKH/BPNT atau “cek bansos” palsu.
Tautan ini sering mengarahkan pengguna ke situs tidak resmi (bukan domain Kemensos.go.id) dan meminta informasi sensitif.
Padahal, Kemensos tidak pernah membuka pendaftaran bansos melalui pesan pribadi seperti WhatsApp atau SMS.
Setiap informasi resmi hanya tersedia di situs dan aplikasi resmi Kementerian Sosial.
Contoh Modus Phising
1.Tautan hoaks yang menyamar sebagai form pendaftaran PKH atau BPNT.
Misalnya, pesan yang menjanjikan bantuan Rp600.000 dengan mengharuskan penerima mengklik link dan memasukkan data.
2. Situs palsu yang meniru desain website Kemensos atau bank penyalur, namun domainnya bukan .go.id. Banyak korban mengira situs tersebut resmi padahal tidak.
3. Pesan yang mendesak korban segera mengisi data atau membayar biaya administrasi.
Pemerintah tidak pernah meminta kode OTP, PIN rekening, atau biaya apapun untuk pencairan bansos.
Tanda penipuan lainnya adalah ejaan tidak rapi, logo abal-abal, atau janji terlalu menggiurkan (misalnya langsung kirim dana jutaan rupiah).
Tips Membedakan Situs Resmi vs. Palsu
1. Periksa Alamat Website
Pastikan domain situs menggunakan akhiran resmi pemerintah, misalnya cekbansos.kemensos.go.id. Situs palsu sering memakai alamat yang mirip tapi tidak berakhiran .go.id.
2. Cek Sumber Informasi
Akses informasi bansos hanya melalui situs atau aplikasi resmi Kemensos (situs web dan aplikasi “Cek Bansos” di Play Store/App Store). Hindari menekan tautan yang dikirim via WhatsApp/email oleh pihak tidak dikenal.
3. Amati Isi Pesan
Waspadai tautan pada pesan berantai, terutama yang meminta memasukkan NIK, OTP, atau data pribadi. Kemensos dan bank penyalur tidak akan mengirim tautan pendaftaran bansos via pesan pribadi. Jika ragu, hindari klik dan jangan bagikan informasi sensitif.
4. Cek Visual Aplikasi
Jika menggunakan aplikasi “Cek Bansos”, pastikan diunduh dari Play Store/App Store resmi dengan publisher Kementerian Sosial. Waspadai aplikasi sejenis dari sumber tak resmi.
Selalu berhati-hati dengan informasi bansos yang masuk. Verifikasi dahulu di sumber resmi sebelum mengambil tindakan.
Laporkan segera setiap pesan mencurigakan agar pihak berwenang dapat mencegah penipuan lebih lanjut.
Jika Anda atau keluarga mendapat notifikasi bantuan sosial, selalu gunakan kanal resmi Kemensos.
Jangan klik tautan sembarangan dan segera laporkan ke petugas sosial setempat atau Kominfo jika menemukan indikasi penipuan.
Keamanan data pribadi dan dana bantuan Anda menjadi tanggung jawab bersama.