TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo mencatat perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2025 yang besar dari retribusi wisata.
Meski demikian, perolehannya belum sepenuhnya mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Kepala Dispar Kulon Progo, Sutarman mengatakan perolehan PAD 2025 dari retribusi wisata mencapai sekitar 9,2 persen dari target.
"Targetnya kan Rp 7,7 miliar, realisasinya masih kurang sekitar Rp 600 juta," katanya pada wartawan, Senin (12/01/2026).
Berdasarkan perhitungan itu, perolehan PAD retribusi wisata Kulon Progo selama 2025 lalu mencapai sekitar Rp 7,1 miliar.
Menurut Sutarman, retribusi wisata berasal dari 10 destinasi wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo.
Ia menilai tak tercapainya target PAD wisata juga terjadi di kabupaten/kota lainnya di DIY.
Salah satu penyebabnya dari penurunan jumlah wisatawan yang datang berkunjung.
"Apalagi dengan adanya larangan study tour dari Jawa Barat," ujar Sutarman.
Dispar Kulon Progo memasang target perolehan PAD wisata 2026 sebesar Rp 8,2 miliar.
Baca juga: Tabrakan Adu Banteng Dua Mobil di Jalan Wates-Yogyakarta Sentolo Kulon Progo, 7 Orang Terluka
Berbagai langkah dan strategi disiapkan guna mendongkrak perolehan PAD agar sesuai target.
Seperti dengan memperbanyak kegiatan yang bisa menjadi daya tarik.
Sutarman mengatakan kegiatannya bisa berupa event olahraga seperti lari maraton hingga sepeda yang sedang digandrungi masyarakat.
"Sebab sesuai arahan Bupati, kegiatannya mengarah ke sport tourism agar bisa menarik wisatawan dari luar," jelasnya.
Dispar Kulon Progo juga akan menyiapkan paket-paket wisata yang menarik dengan melibatkan desa wisata hingga biro perjalanan.
Cara itu diharapkan bisa menambah masa tinggal wisawatan hingga perputaran uangnya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulon Progo, Sumantoyo mengatakan Kulon Progo masih kekurangan daya tarik wisata.
Kondisi itu berpengaruh pada angka kunjungan hingga masa tinggal atau length of stay wisatawan.
Saat ini, masa tinggal wisatawan di Kulon Progo rata-rata hampir 2 hari 1 malam.
Masa tinggal inipun diyakini bisa ditambah jika ada daya tarik wisata yang bisa dikunjungi.
"Perlu ada kerja keras dari semua pihak, terutama Pemkab Kulon Progo dalam menambah daya tarik wisata," kata Sumantoyo. (*)