TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Banyaknya kejadian cuaca ekstrem yang terjadi pada minggu lalu dikarenakan wilayah Provinsi Riau masih berada di penghujung musim penghujan.
Selain itu adanya pola belokan angin maupun konvergensi memicu pertumbuhan awan hujan yang masif, sehingga menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi di wilayah Riau dalam seminggu terakhir.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna menjelaskan dalam seminggu ke depan, Senin (12/1/2026) hingga Minggu (18/1/2026), diperkirakan masih terdapat potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Provinsi Riau.
Mengenai kondisi atmosfer secara global maupun sinoptik, Yasir menjelaskan bahwa untuk indeks ENSO di angka 3.4 bernilai -0.95 yang mana kondisi ini berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di wilayah Provinsi Riau.
Kemudian Dipole Mode Indek bernilai +0.18 dimana kondisi ini tidak berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif di wilayah Provinsi Riau.
Selanjutnya, MGO berada di fase 6, yaitu kondisi ini tidak berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Provinsi Riau.
"Ditinjau dari pola angin masih terpantau adanya daerah belokan angin yang dapat mendukung proses pembentukan awan hujan di wilayah Provinsi Riau," kata Yasir.
Baca juga: KSOP Bengkalis Pantau Cuaca Perairan, Saat Ini Aktivitas Pelayaran Masih Aman
Baca juga: Prakiraan Cuaca Riau Hari Ini, 10 Daerah Diperkirakan Bakal Diguyur Hujan Sore Hingga Malam Nanti
Berdasarkan analisis dinamika atmosferdiperkirakan masih terdapat potensi hujan di wilayah Riau.
Sementara itu, suhu udara yang akan rasakan untuk seminggu ke depan diperkirakan berkisar antara 23-34 derajat celcius dengan kelembaban udara berkisar antara 55-100 persen.
Untuk arah angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 10-40 Km/jam.
(Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky)