TRIBUNBANTEN.COM - Sejumlah wilayah di Kota Serang, Banten kembali dikepung banjir pada Senin (12/1/2026).
Bencana banjir kali ini terjadi di lima Kecamatan di Kota Serang.
Banjir kali ini berdampak pada aktivitas masyarakat, karena ribuan jiwa terdampak, ratusan rumah terendam dan akses jalan terputus akibat tergenang.
Plt Kepala BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, banjir disebabkan curah hujan tinggi sejak Senin (12/1/2026) dini hari hingga siang ini.
"Curah hujan tinggi menyebabkan air menggenangi permukiman warga," katanya kepada Kompas.com, Selasa.
Adapun titik banjir di Pulo, Kelurahan Cipete, di lingkungan Cidadap (Jembatan 2) Kelurahan Tinggar, Kecamatan Curug dengan ketinggian 40 sampai 105 centimeter.
Baca juga: Update Banjir Terkini di Kota Cilegon : Sejumlah Rumah di Sambirata Cibeber Masih Terendam Air
Kemudian di Perumahan Citra Gading, Linkungan Lebak, Linkungan Munjul Jaya, dan perumahan Grand Sutera, Kecamatan Cipocok Jaya dengan ketinggian air 30-80 centimeter.
Selanjutnya di Lingkungan Kebaharan Al-Amin ketinggian 80 cm merendam 50 rumah, 48 kepala keluarga, 250 jiwa.
Untuk di Kecamatan Kasemen di Lingkungan Kendal, Kelurahan Margaluyu dengan 80 cm dengan 59 Rumah terdampak 58 KK dan 240 Jiwa.
Terakhir banjir terjadi di Perumahan Grand Sutera, Kelurahan Teritih, ketinggian air 80 cm dampak 125 rumah, 68 kepala keluarga 170 jiwa.
"Total rumah terendam 485 dengan 400 KK, 1.296 jiwa dengan jumlah pengungsi 50 jiwa," ujar Diat.
Selain di area pemukiman, banjir juga terjadi di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Royal, Kota Serang. Kemudian di Jalan Penancangan-Bendung atau depan RSUD Kota Serang, Jalan Samaun Bakrie, Domba, dan di Jalan Raya Serang-Cilegon, Lontar.
Akibat cuaca ekstrem, lima rumah warga rusak, dan satu pondok pesantren terdampak.
"Kita sudah all-out tim dikerahkan semuanya dengan alat untuk melakukan evakuasi korban terdampak banjir," kata dia.
Diat mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mengikuti perkembangan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca.
Selain itu, bagi masyarakat yang bermukim didaerah rawan bencana untuk selalu berhati - hati "Untuk pengguna jalan yang melintas didaerah rawan longsor dan pohon tumbang untuk selalu berhati - hati dan tetap waspada," pungkasnya.
Sumber: Kompas.com