Sepekan, Lampu Penerangan Jalan Padam, Wabup Bangka Barat Cek Langsung ke Lapangan
January 12, 2026 05:50 PM

MENTOK, BABEL NEWS - Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Tugu Duren, Mentok, usai adanya persoalan lampu penerangan jalan yang mati sejak sepekan terakhir. Dirinya melihat sejumlah lampu penerangan jalan di ruas Jalan Nasional, khususnya dekat Tugu Duren hingga persimpangan Jalan Surau dan Gang Durian, termasuk melihat kondisi tugu yang sering dijadikan tempat nongkrong.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga dan pengguna jalan karena mengganggu jarak pandang serta berpotensi membahayakan keselamatan saat melintas pada malam hari. "Jadi kalau kita ingin sama-sama memajukan Mentok, mari sama-sama. Aset yang ada jangan dirusak, pemelihara bersama. Apabila kurang pas sampaikan ke kita. Seperti lampu jalan yang mati sampaikan ke kita," kata Yus Derahman, Senin (12/1).

Yus Derahman memastikan, Pemkab Bangka Barat bakal merespon terkait keluhan masyarakat berkaitan dengan lampu jalan yang padam dari Tugu Duren sampai jalan Surau dan persoalan lainnya. "Kita hadir di sini untuk menyelesaikan masalah lampu. Sementara untuk yang sering  nongkrong di Tugu Duren bakal diatur Pol PP, jadi kita perbaiki," ujarnya.

Staf Keselamatan Dinas Perumahan Kawasan Permukaan dan Perhubungan Bangka Barat, Abraham mengatakan, lampu jalan yang padam berada di jalan Nasional, milik Kementerian Perhubungan. "Jadi kemarin pada banyak jaringan pada rusak, ternyata lampunya diganti. Dari 50 watt diganti menjadi 110 watt satu lampu. Jadi dua kanan kiri-kanan jadi 220 watt. Akibatnya daya ini tidak support, kita tambah daya tidak support juga. Akhirnya di tahun ini kita tambah lagi dayanya. Jadi daya kWh ini tidak tertarik dengan banyak lampu seperti ini," jelas Abraham.

Diakuinya, dalam satu daya dapat menyalakan hingga 10 jaringan lampu. Namun, setelah bola lampu diganti dari 50 watt menjadi 110 watt, daya listrik menjadi tidak mencukupi. Akibatnya, setiap kali hujan atau terjadi penurunan daya dari PLN, aliran listrik kerap turun dan tidak dapat naik kembali, sehingga lampu penerangan jalan padam.

"Tetapi ketika dayanya sudah ditambah, mungkin tidak lagi. Hanya kita tidak bisa berbuat banyak karena ini, lampu Kementerian Perhubungan. Kalau nambah daya, ganti. menyalahi aturan secara asetnya bukan punya Pemkab Bangka Barat," ujarnya.

Sebelumnya, warga dan pengguna jalan mengeluhkan padamnya lampu jalan yang mengganggu jarak pandang serta berpotensi membahayakan keselamatan saat melintas pada malam hari. Seperti disampaikan Waluyo (52) warga sekitar Tugu Duren Mentok, mengaku terganggu dengan padamnya lampu penerangan jalan.

"Kami warga sekitar Tugu Duren di sini tidak tahu menyampaikan kepada siapa, apalagi kita tahu bersama tugu itu sudah menjadi Ikon Mentok. Mestinya jangan sampai padam lampu penerangannya," jelas Waluyo, Minggu (11/1) malam. (riu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.