TRIBUNBENGKULU.COM - Pandji Pragiwaksono meroasting sejumlah tokoh di pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Salah satu orang yang diroasting adalah Mantan calon Gubernur DKI Jakarta Dharma Pongrekun.
Dalam materinya, Pandji banyak membahas soal sosok Dharma, mulai dari pencalonannya sebagai Cagub DKI Jakarta hingga tak percaya Covid-19.
Mengetahui dirinya dibahas Pandji, Dharma mengurai tanggapan.
"Senang, karena apa? saya ditaruh di depan, walaupun kemudian yah agak-agak, enggak apa-apa," pungkas Dharma Pongrekun dalam tayangan Youtube ngaji roso, dilansir TribunnewsBogor.com pada Senin (12/1/2026).
Ada alasan kenapa Dharma senang dirinya dijadikan materi roasting oleh Pandji.
Dharma mengaku tak menyangka dirinya disandingkan dengan tokoh politik.
Sebab dalam materinya, Pandji pun turut meroasting banyak tokoh seperti Presiden Prabowo hingga Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
"Buat saya begini, sesuatu itu tergantung sudut pandang kita. Kalau saya anggap ini sebagai berkah. Siapa saya? digabungkan dengan presiden Prabowo, wakil presiden Gibran, pak Jokowi, terus ibu Mega. Saya bisa dimasukin ke situ, senang saya," ungkap Dharma.
Tak hanya itu, Dharma juga menyebut berkat diroasting Pandji hingga viral, saudaranya di kampung jadi ramai menghubunginya.
"Senangnya apa? saya punya saudara di kampung 'wih om, ada di situ'. Om juga bingung. Jadi dari situ saya bersyukur aja. Saya enggak ada rasa tersinggung," imbuh Dharma.
Namun, Dharma masih bingung dengan lelucon Pandji yang sempat melakukan gestur menjilat jari.
Dharma terkejut saat diberi tahu oleh rekannya, bahwa gestur menjilat jari sering disamakan dengan penyuka sesama jenis.
Terkait hal tersebut, Dharma masih ingin mencari tahu kebenarannya.
"Cuma belakangan ada yang ngasih tahu 'eh itu lu tau enggak gini (pose Pandji jilat jari) itu tandanya lu disindir gay'. Ah serius? Saya ingin cari tahu apakah itu tanda gay. Karena sebenarnya saya enggak apa-apa, tapi kok ada mimik yang enggak keren yang lama itu, mau dianggap lucu, lucu aja," kata Dharma.
Kendati demikian, Dharma mengaku ingin bertemu Pandji dalam waktu dekat.
Jika dapat kesempatan ketemu Pandji, Dharma ingin mengobrol soal alasannya tak percaya dengan Covid-19.
"Saya bersyukur kepada mas Pandji. Dan saya rindu banget pengin ketemu. Supaya saya bisa diskusi untuk menjelaskan dari A sampai Z kenapa saya tidak takut dengan Covid. Karena saya punya dokumennya, saya tahu apa yang terjadi," ujar Dharma.
Bayaran Fantastis Pandji di Mens Rea
Saat tampil di podcast YouTube Juan & Eve, Pandji sempat buka-bukaan mengenai pendapatannya dari Mens Rea.
"Berapa pendapatan lo dari show Mens Rea in total?," tanya Juan dikutip dari YouTube Juan & Eve, Selasa (6/1/2025).
Awalnya Pandji tidak mengungkap secara pasti nominal pendapatannya.
Ia hanya memastikan belum ada komika di Indonesia yang pendapatannya fantastis setara dengan pendapatan dari Mens Rea.
"Pokoknya gue bisa bilang, tidak ada satupun komika di Indonesia yang bayarannya sebesar bayaran gue untuk Mens Rea," papar Pandji.
Juan mendesak Pandji untuk membocorkan nominal pendapatan secara jelas.
Pandji kemudian memberi clue lewat berapa jumlah nol dalam pendapatannya.
Juan pun kaget mendapati fakta bahwa pendapatan Pandji mencapai miliaran.
"Anj**, di atas Rp 1 M," seru Juan kaget.
Mens Rea Tayang Tanpa Sensor di Netflix
Pertunjukan Mens Rea merupakan bagian dari rangkaian tur stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang digelar sepanjang tahun 2025 di berbagai kota.
Puncak pertunjukan live tersebut berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta Pusat, pada 30 Agustus 2025.
Setelah rangkaian tur selesai, Mens Rea kemudian diadaptasi menjadi tayangan digital dan dirilis sebagai spesial show tanpa sensor di layanan streaming global Netflix.
Tayangan tersebut mulai tersedia pada 27 Desember 2025 dan dengan cepat menarik perhatian publik Indonesia.
Kini ada 6 poin yang menjadi sorotan publik saat Pandji tampil di pertunjukan Mens Rea.
1. Kasus narkoba Irjen Teddy Minahasa
Pandji Pragiwaksono menyinggung soal penyalahgunaan jabatan tersangka kasus narkoba aparat negara.
Bahwa komisi hasil dibagi dua dengan pihak terlibat, sementara beberapa dipakai untuk gimik naik jabatan.
2. Kasus Penembakan P***I ke Siswa SMKN di Semarang
Pandji menyoroti kasus penembakan tersebut karena informasi yang pertama kali keluar, siswa SMKN sedang terlibat tawuran dan P***i mencoba melerai namun akhirnya mengeluarkan tembakan.
Kasus ini bahkan sempat ditutupi dan terkesan melindungi aparat yang menembak sisa SMK tersebut.
3. Anomali Pagar Laut yang Ada di Tangerang
Menurut keyakinan Pandji, sebagian orang sekitar yang memasang pagar laut di Tangerang sengaja dibayar demi proyek khusus.
Namun tujuannya apa dan siapa dalangnya, Pandji hanya tertawa.
4. Rumah Masalah Kelas Menengah di Kota
Pandji mengatakan bahwa rumah kelas menengah di negeri ini sudah menjadi bahan investasi, karena kelas menengah paling jarang diperhatikan.
Pandji juga menegaskan bahwa kenaikan harga tanah cenderung lebih kencang daripada kenaikan skema UMR.
5. Masalah Opini yang Sempat Naik 'Orang Bodoh Nggak Usah Ikut Votting'
Inti ucapan Pandji soal masalah ini adalah bahwa common sense orang kaya, menengah dan bawah itu berbeda jadi nggak bisa disamakan, apalagi kepentingan-kepentingan yang berbeda dari motif politisi untuk dapat simpati dan masih banyak lagi.
6. Kasus Korupsi Pejabat MA Senilai Rp 1 Triliun
Pandji juga membahas bahwa nilai gratifikasi yang diterima tersangka mencapai Rp915 miliar dan 51 kg emas.
Tentu uang ini menjadi masalah karena mempengaruhi keputusan jaksa di Pengadilan.
Intinya jelas bahwa hukum di Indonesia bisa di beli.
Selain 6 point di atas, Pandji juga ramai dikomentari menohok karena mengkritik fisik Wakil Presiden Gibran.
Pandji mengkritik fisik Wapres Gibran 'Mata Ngantuk'.
Kendati demikian, di tengah polemik ucapannya di Mens Rea, Padji justru sedang asyik berlibur.
Ia membagikan momen liburannya di Instagram pribadinya.
Denny Sumargo dan Ahok yang mengetahui soal Pandji asyik berlibur di tengah polemik Mens Rea, justru menanggapinya dengan senang.
"Aduh seru Panji udah lari ke New York nih. Gua enggak tahu dia lari apa lagi berlibur ya soalnya di sana ya," ucap Denny Sumargo, Rabu (7/1/2026).
"Dia sudah tinggal sana," jawab Ahok.
"Lu ninggalin masalah nih di Indonesia," timpal Denny Sumargo.
Oh, enggak enggak masalah dong. Justru itu kan edukasi. Edukasi. Itu yang gua suka dari Panji. Kita perlu mengedukasi supaya masyarakat tuh paham," pungkas Ahok.