Daftar Daerah di Pandeglang Terendam Banjir Hari Ini: Ribuan KK Terdampak
January 12, 2026 06:07 PM

TRIBUNBANTEN.COM - Sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten, terendam banjir pada Senin (12/1/2026) akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur sejak malam hingga dini hari. 

Banjir terjadi di beberapa kecamatan dengan ketinggian air bervariasi, menyebabkan ribuan warga terdampak dan akses jalan terputus.

Desa Idaman, Kecamatan Patia

Desa Idaman kembali terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter, tertinggi dibandingkan banjir sebelumnya. 

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Hari Selasa, 13 Januari 2026: Banten-Jakarta Waspada Hujan Lebat

Kepala Desa Idaman, Hilman, mengatakan banjir sudah terjadi sejak Sabtu akibat meluapnya Sungai Cilemer dan hingga kini air belum juga surut.

Sebanyak 422 Kepala Keluarga (KK) atau 1.266 jiwa terdampak banjir tersebut. Bahkan, air terus mengalami kenaikan dan berpotensi memaksa warga mengungsi jika kembali naik sekitar 50 sentimeter.

Akses jalan darat di wilayah tersebut terputus, terutama jalur Sodong–Picung dan Sarianen–Pagelaran dengan jarak terdampak sekitar 50 kilometer. Sebagian warga mengungsi ke dataran lebih tinggi atau ke rumah kerabat, namun masih berada di dalam desa.

“Alhamdulillah korban tidak ada,” kata Hilman. Ia juga mengimbau warga agar tidak berpencar jika harus mengungsi dan tetap berada di satu titik pengungsian.

Hilman menyebut banjir di Desa Idaman sudah terjadi lima kali, dari skala kecil hingga besar. 

Petugas BPBD Pandeglang kerap datang saat hujan tinggi, namun bantuan logistik untuk banjir kali ini belum diterima. Ia berharap adanya penanganan tanggul di Sungai Cilemer dan Cimoyan.

Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur

Banjir juga merendam empat kampung di Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur. 

Kepala Desa Sumberjaya, Cecep Mulyadi, mengatakan banjir terjadi sejak dini hari akibat hujan deras semalaman.

Seluruh warga terdampak terpaksa mengungsi karena akses jalan terputus. Bahkan, mobil desa ikut terendam banjir. 

Hingga saat ini, jumlah warga terdampak belum dapat dipastikan karena kondisi masih darurat.

“Ngungsi semuanya itu. Jalan terputus. Mobil desa juga terendam,” ujar Cecep. Ia mengaku belum ada penanganan dari pemerintah daerah dan baru berkoordinasi dengan pihak Apdesi.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Cecep mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.

Desa Katumbiri, Kecamatan Cigeulis

Sebanyak 40 rumah di Desa Katumbiri terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. 

Kepala Desa Katumbiri, Jaenal, mengatakan banjir terjadi sejak malam hari akibat hujan dengan intensitas tinggi dan hingga kini air belum surut.

Dari puluhan rumah terdampak, tiga rumah mengalami kerusakan parah akibat diterjang arus air deras hingga bagian dapur runtuh. 

Warga dari tiga rumah tersebut terpaksa mengungsi ke rumah tetangga, sementara warga lainnya masih bertahan di rumah masing-masing.

“Yang paling parah tiga rumah jebol,” ujar Jaenal. Ia mengaku hingga kini belum ada bantuan dari pemerintah daerah dan penanganan masih dilakukan secara mandiri oleh pihak desa.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Jaenal mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.