Hujan Datang Arema pun Menang, Fakta Menarik di Balik Kemenangan Dramatis atas Persik Kediri
January 12, 2026 09:00 PM

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kemenangan Arema FC atas Persik Kediri di pekan 17 kompetisi BRI Super League 2025-2026 menyisakan banyak fakta menarik, Minggu (11/1/2026).

Selain menang dengan skor 2-1 melalui gol di masa injury time, pertandingan ini juga berjalan cukup dramatis.

Arema FC membalikkan keadaan lewat dua gol di menit tambahan waktu.

Menariknya, di menit-menit akhir pertandingan itu, hujan seolah tiba-tiba datang ke stadion Kanjuruhan mengantar kemenangan Arema FC.

Hampir di sepanjang pertandingan, peluang demi peluang diciptakan oleh punggawa Singo Edan.

Namun tak satu gol pun mampu diciptakan oleh Dalberto dan kawan-kawan.

Baca juga: Persik Kediri Kena Comeback Arema FC saat Injury Time, Marcos Reina Sebut Timnya Sudah Main Bagus

Ketangguhan penjagaan gawang Persik Kediri Leonardo Navacchio cukup diacungi jempol dalam pertandingan ini.

Ia kerap melakukan penyelamatan krusial yang membuat penyerang Arema FC sempat frustasi.

Justru gawang Arema FC kebobolan pada menit 80 melalui pemain pengganti Persik Kediri Moch Supriadi.

Mengandalkan kecepatan, eks pemain Persebaya Surabaya itu membuat diam 2.350 penonton yang hadir di Stadion Kanjuruhan sore itu.

Gol itu pun membuat Arema FC langsung terhentak untuk meningkatkan serangan.

Sejumlah pemain pun dimasukkan, seperti Dedik Setiawan, Samuel Balinsa, Ian Puleio dan Dwiki Mardiyanto.

Namun lagi-lagi, Leonardo Navacchio di bawah mistar gawang Persik Kediri selalu menghentikan upaya yang dilakukan oleh punggawa Singo Edan.

 

Cuaca Berubah di Menit 90

Suasana pun berubah ketika waktu menunjukkan menit 90.

Wasit Rio Permana Putra memberikan tambahan waktu enam menit.

Cuaca yang awalnya cerah di Stadion Kanjuruhan mendadak mendung.

Hujan lebat langsung mengguyur Stadion Kanjuruhan di saat memasuki menit-menit akhir.

Sejumlah penonton yang utamanya berada di tribun ekonomi sempat berhamburan, karena lebatnya hujan.

Di saat itu pula, beberapa pemain Persik Kediri ada yang tergeletak di lapangan, sehingga pertandingan sempat terhenti beberapa saat.

Para pemain Arema FC pun berada dalam tekanan.

Sebab dalam pertandingan ini, mereka dituntut untuk meraih kemenangan setelah mengalami hasil minor dalam enam laga terakhir.

Tepat ketika waktu menunjukkan menit 90+5, keajaiban terjadi.

Umpan pemain Arema FC Matheus Blade dari sisi kiri pertahanan Persik Kediri gagal dihalau dengan baik oleh Moch Supriadi.

Halauan pemain berusia 23 tahun itu justru masuk ke gawangnya sendiri.

Gol itu pun langsung menyulut semangat pemain Arema FC yang berada di atas lapangan dan membuat gemuruh Aremania.

Baca juga: Arema FC Akhirnya Menang Dramatis di Kandang, Skor Akhir Lawan Persik Kediri 2-1

Meskipun sempat ada komunikasi antara wasit yang ada di ruangan VAR dan sang pengadil lapangan, akhirnya gol itu pun dianggap sah.

Setelah itu, Arema FC bak seperti kesetanan.

Mereka terus menyerang lini pertahanan Persik Kediri hingga akhirnya gol kedua mampu mereka ciptakan pada menit 90+8.

Umpan Dwiki Mardiyanto mampu dieksekusi dengan baik oleh Ian Puleio yang terbang di depan gawang Persik Kediri.

Kiper Persik Kediri Leonardo Navacchio tak bisa berbuat apa-apa dengan sundulan maut dari penyerang Arema FC itu.

Gol itu pun tak hanya membuat pertandingan ini berakhir secara dramatis.

Tetapi juga membuat atmosfer Stadion Kanjuruhan kembali bergemuruh setelah pada 90 menit sempat terdiam.

 

Hujan Datang Arema Menang


Menurut beberapa Aremania yang hadir di Stadion saat itu, hujan membawa berkah bagi Singo Edan.

"Pokoknya kalau hujan, Arema pasti menang. Dari dulu sudah begitu. Sejak di Gajayana," kata Indra, seorang penonton yang saat itu menonton di samping bangku VVIP.

Hujan lebat itu seakan membantu Arema FC dalam meraih tiga poin dalam pertandingan itu.

Karena cuaca Stadion Kanjuruhan saat kick off hingga awal babak kedua berlangsung cukup cerah.

Baca juga: Puji Syukur Marcos Santos Arema FC Akhiri Kutukan di Kanjuruhan usai 6 Laga Tak Pernah Menang

 

Peran Krusial Pemain Pengganti.

Di sisi lain, kemenangan Arema FC atas Persik Kediri juga berkat peran krusial para pemain pengganti.

Pelatih Arema FC Marcos Santos memuji para pemain pengganti yang mampu menunjukkan performa positif di laga kali ini.

"Kemenangan ini berkat kerja keras semua pemain. Termasuk pemain pengganti, mereka mampu menjalankan instruksi dengan baik," ujarnya.

Marcos menganggap, kemenangan ini sebagai imbalan yang pantas bagi para pemain yang pantang menyerah di sepanjang pertandingan.

Setelah dalam beberapa pertandingan selalu meraih hasil buruk ketika bermain di rumah sendiri.

"Hujan juga membantu kami. Kami bisa cetak gol dan akhirnya kami menang. Setelah dalam beberapa tahun kami gagal meraih kemenangan atas Persik," tandasnya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.