Tuntut Operasional Tambang Kembali Dibuka, Ribuan Warga Geruduk Kantor Kecamatan Cigudeg Bogor
January 12, 2026 06:07 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIGUDEG - Ribuan warga terdampak penutupan sementara operasional tambang di wilayah Kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang menggelar aksi unjuk rasa.

Dalam aksi unjuk rasa ini masyarakat terdampak yang menggantungkan hidupnya dari tambang di wilayah tersebut ingin mempertanyakan nasibnya yang terkatung-katung.

Pasalnya, selama kebijakan penutupan tambang diberlakukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, sebagian masyarakat menjadi kehilangan mata pencahariannya.

Terlebih, kompensasi yang dijanjikan belum diterima sepenuhnya oleh masyarakat terdampak sehingga hal ini menuai reaksi.

Aksi unjuk rasa ribuan warga ini digelar di depan Kantor Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor pada Senin (12/1/2026).

Ribuan masyarakat tumpah ruah di halaman kantor kecamatan hingga ke Jalan Raya Cigudeg yang membuat akses jalan terhambat.

Menggunakan pengeras suara dari atas mobil komando, sejumlah perwakilan masyarakat menyampaikan keluhannya selama tambang ditutup.

Di sisi lain, kebijakan penutupan operasional tambang ini belum diketahui hingga kapan akan diterapkan sehingga masyarakat terdampak menuntut kejelasan dari para pemangku kebijakan.

Koordinator aksi, Asep Fadlan mengatakan, masyarakat terdampak menuntut agar tambang kembali dibuka setelah 100 hari ditutup.

"Kita menuntut di bulan ini tambang harus dibuka, janji gubernur tentang pemberian bantuan sosial kepada masyarakat juga itu sudah janji beliau, itu bukan permintaan kami," ujarnya kepada wartawan, Senin (12/1/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.