TRIBUNSUMSEL.COM - Upaya memperkuat pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) terus dilakukan melalui kolaborasi lintas lembaga.
Hal ini tercermin dalam audiensi yang dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan bersama Universitas Bina Darma pada Senin, 12 Januari 2026.
Audiensi ini dihadiri langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, Ibu Desi Ari Pressanti, M.Hum., bersama tim. Rombongan Balai Bahasa disambut oleh Plt. Rektor Universitas Bina Darma Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Bina Darma, Bapak Ir. M. Izman Herdiansyah, S.T., M.M., Ph.D., IPU., dan didampingi Tim Language Center serta Tim Pengajar BIPA dari dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.
Dalam suasana diskusi yang terbuka dan penuh semangat, kedua pihak membahas rencana kerja sama dalam penyusunan bahan ajar pendamping BIPA berbasis kearifan lokal Sumatera Selatan.
Bahan ajar ini diharapkan tidak hanya membantu penutur asing memahami bahasa Indonesia, tetapi juga mengenal budaya, tradisi, dan nilai-nilai lokal yang hidup di tengah masyarakat Sumatera Selatan.
Baca juga: Dosen Program Studi Teknik Elektro Universitas Bina Darma Jadi Juri e- Action 2025
Baca juga: Mahasiswa Universitas Bina Darma Raih 3 Medali Perunggu di Ajang Porprov XV Sumsel 2025
Pertemuan ini juga membahas penyelenggaraan Bidar Sritures Award 2026, Pada event ini Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan yang akan terlibat sebagai salah satu dewan penilai dalam pemilihan sastrawan, pengajar, dan penggiat BIPA di Sumatera Selatan.
Selain itu, Balai Bahasa akan berperan sebagai juri pada kegiatan Lomba Mendongeng bagi Penutur Asing, yang menjadi wadah pembelajaran bahasa sekaligus apresiasi sastra lisan Indonesia.
Tidak hanya terbatas pada program BIPA, kerja sama yang dibangun juga membuka peluang kolaborasi di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), serta berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan lainnya.
Audiensi ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun sinergi berkelanjutan antara Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan dan Universitas Bina Darma, dengan harapan dapat berkontribusi nyata dalam pengembangan dan internasionalisasi bahasa Indonesia, sekaligus memperkuat peran budaya lokal di tingkat nasional dan global.