TRIBUNNEWS.COM - Masa depan Lionel Messi bersama Timnas Argentina di Piala Dunia 2026 masih menjadi tanda tanya besar.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, akhirnya mengungkap hasil pertemuan pribadinya dengan sang kapten, yang selama ini dinanti publik sepak bola dunia.
Tim Albiceleste saat ini tengah menyusun rencana besar untuk mempertahankan gelar juara dunia yang diraih di Qatar 2022.
Target mereka jelas, yakni mencetak sejarah dengan meraih gelar juara Piala Dunia secara beruntun pada edisi 2026 yang akan digelar di Amerika Utara.
Lionel Messi, sebagai ikon dan legenda hidup Argentina, diharapkan tetap menjadi bagian dari ambisi tersebut.
Namun hingga kini, peraih delapan Ballon d'Or itu belum memberikan kepastian soal keterlibatannya di turnamen empat tahunan tersebut.
Saat ini Messi bermain bersama Inter Miami di Major League Soccer (MLS). Dengan status Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, banyak pihak meyakini peluang Messi tampil di turnamen tersebut masih terbuka lebar.
Messi sendiri mengaku masih memiliki keinginan besar untuk mengambil bagian, meski belum mengambil keputusan final.
"Saya harap saya bisa berada di sana (Piala Dunia). Saya sudah pernah mengatakan sebelumnya bahwa saya ingin sekali berada di sana," kata Messi dikutip dari ESPN.
"Paling buruk, saya akan berada di sana menontonnya secara langsung, tetapi itu akan menjadi sesuatu yang istimewa. Piala Dunia istimewa bagi semua orang, bagi negara mana pun - terutama bagi kami, karena kami menjalaninya dengan cara yang sama sekali berbeda," lanjutnya.
Messi juga mengonfirmasi bahwa ia telah membahas masa depannya bersama pelatih Lionel Scaloni dalam sebuah pertemuan pribadi.
"Sejujurnya, kami telah banyak membahasnya. Dia selalu mengatakan kepada saya bahwa dia ingin saya berada di sana dalam peran apa pun. Kami memiliki hubungan yang sangat saling percaya dan kami dapat membicarakan segalanya," lanjutnya.
Baca juga: Mohamed Salah Lewati Rekor Messi & Ronaldo usai Antar Mesir ke Semifinal Piala Afrika 2025
Pertemuan tersebut berlangsung saat Messi pulang ke Argentina pada masa jeda kompetisi MLS. Pemain berusia 38 tahun itu memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat bersama sang istri, Antonela Roccuzzo, dan putra ketiga.
Scaloni pun membenarkan adanya pertemuan tersebut dan menggambarkan karakter Messi yang tetap kompetitif meski telah meraih segalanya dalam kariernya.
"Saya bertemu dengan Leo karena kami berada di dekat satu sama lain. Kami minum kopi. Mereka yang mengenalnya tahu bahwa dia tidak akan pernah bersantai," ujar Scaloni dikutip dari Tyc Sports.
"Dia adalah seorang kompetitor sejati. Dia selalu ingin berada di sana. Itu sangat penting bagi rekan-rekan setimnya, bahwa seorang kapten berperilaku seperti itu. Dia selalu datang untuk bermain. Itu adalah warisan yang akan dia tinggalkan. Mereka yang setelahnya harus melanjutkannya," jelasnya.
Meski demikian, Scaloni menegaskan bahwa dalam pertemuan tersebut tidak ada pembahasan spesifik mengenai Piala Dunia 2026. Ia memilih menyatakan hati-hati dan tidak ingin memberi tekanan kepada sang kapten.
"Kami tidak membicarakan Piala Dunia. Kita lihat saja nanti. Seperti yang dia katakan, masih ada waktu. Kita tidak boleh menekannya dan harus membiarkannya sendiri," kata Scaloni.
Sambil menunggu keputusan Messi, Scaloni mengaku telah menyusun daftar sementara pemain yang akan dipanggil menuju Piala Dunia 2026.
Scaloni mengakui saat ini telah menyusun "daftar sekitar 50 pemain," yang akan dikurangi dalam beberapa bulan mendatang.
"Di Piala Dunia terakhir, kami memiliki pengalaman pemain yang cedera menjelang tanggal pertandingan. Kami tidak bisa melupakan siapa pun. Itulah mengapa kami memiliki daftar yang cukup panjan," ujar Scaloni.
Salah satu nama yang masuk dalam radar adalah Thiago Almada. Pemain berusia 24 tahun tersebut sebelumnya disebut-sebut sebagai calon penerus Messi di posisi nomor 10, namun mengalami masa sulit bersama Atletico Madrid sejak pindah ke Spanyol pada musim panas 2025.
Dengan waktu yang masih panjang menuju Piala Dunia 2026, keputusan Lionel Messi pun tetap menjadi teka-teki. Namun satu hal yang pasti, kehadirannya dalam peran apa pun akan selalu memiliki makna besar bagi Argentina.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)