TRIBUNMATARAMAN.COM - Real Madrid resmi memulai era baru di kursi pelatih setelah kepergian Xabi Alonso. Keputusan ini diumumkan hanya sehari setelah Los Blancos menelan kekalahan menyakitkan 2-3 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol.
Hasil tersebut menjadi titik akhir perjalanan Xabi Alonso bersama Real Madrid. Klub menyebut perpisahan itu terjadi atas kesepakatan bersama, sekaligus mengakhiri siklus pelatih asal Basque tersebut di Santiago Bernabeu.
Sebagai pengganti, manajemen Real Madrid langsung menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala tim utama. Arbeloa yang sebelumnya menangani Real Madrid Castilla kini naik jabatan tanpa masa transisi. Penunjukan ini diumumkan secara resmi melalui pernyataan klub, meski tanpa rincian durasi kontrak.
Kekalahan dari Barcelona Jadi Titik Balik
Kekalahan di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona disebut mempercepat keputusan pergantian pelatih. Meski hanya kalah tipis, hasil tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa perubahan dibutuhkan.
Dalam pernyataan resminya, Real Madrid tetap memberikan penghormatan tinggi kepada Xabi Alonso. Klub menyebut Alonso sebagai legenda dan menyampaikan terima kasih atas dedikasi serta kontribusinya selama menangani tim.
“Xabi Alonso akan selalu mendapat kasih sayang dan kekaguman dari seluruh Madridista,” bunyi pernyataan resmi klub.
Arbeloa Langsung Jalani Laga Perdana
Alvaro Arbeloa langsung memimpin tim utama tanpa jeda adaptasi. Laga perdananya sebagai pelatih Real Madrid akan berlangsung pada babak 16 besar Copa del Rey melawan Albacete, Rabu mendatang.
Sebelum promosi ini, Arbeloa menukangi Real Madrid Castilla sejak Juni 2025. Di bawah asuhannya, Castilla tampil kompetitif dan kini menempati peringkat keempat Grup 1 Primera RFEF.
Karier kepelatihan Arbeloa sepenuhnya dibangun dari akademi Real Madrid. Ia memulai sebagai pelatih Infantil A pada musim 2020/2021 dan langsung mempersembahkan gelar liga. Kariernya terus menanjak saat menangani Cadete A dan kemudian Juvenil A.
Puncak prestasinya terjadi pada musim 2022/2023 ketika Arbeloa membawa Juvenil A meraih treble juara: Liga, Copa del Rey, dan Copa de Campeones. Ia kembali menjuarai liga pada musim 2024/2025 sebelum dipercaya menangani Castilla, hingga akhirnya promosi ke tim utama.
Legenda Bernabeu Kembali ke Panggung Utama
Sebagai pemain, Alvaro Arbeloa bukan sosok asing bagi publik Bernabeu. Ia membela Real Madrid selama periode 2009–2016 dan mencatatkan 238 penampilan resmi.
Selama berseragam Los Blancos, Arbeloa meraih delapan trofi bergengsi, termasuk dua Liga Champions, satu gelar LaLiga, dua Copa del Rey, dan satu Piala Dunia Antarklub.
Di level internasional, Arbeloa mengoleksi 56 caps bersama Timnas Spanyol dan menjadi bagian skuad emas yang menjuarai Piala Dunia 2010 serta Euro 2008 dan 2012.
Filosofi Arbeloa: Pressing Tinggi dan Intensitas
Sebagai pelatih, Arbeloa dikenal memiliki filosofi permainan yang jelas. Ia mengandalkan formasi dasar 4-3-3 dengan pressing tinggi, garis pertahanan maju, dan intensitas tinggi sepanjang laga.
Skema ini telah ia terapkan baik di Juvenil A maupun Castilla, dengan fleksibilitas beralih ke 4-4-2 sesuai kebutuhan pertandingan. Peran gelandang bertahan atau “nomor 6” menjadi kunci dalam sistemnya, berfungsi sebagai penyeimbang sekaligus penghubung alur serangan.
Kini, tantangan terbesar Arbeloa adalah menerjemahkan filosofi tersebut ke level tertinggi bersama skuad bertabur bintang Real Madrid, sekaligus menjawab ekspektasi besar publik Bernabeu.
(tribunmataraman.com)