BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemerintah pusat mengucurkan bantuan revitalisasi fisik untuk 250 sekolah di Kalimantan Selatan, Senin (12/1). Bantuan yang merupakan usulan pada tahun 2025 itu diserahkan secara simbolis oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Pondok Pesantren Nurul Ma’ad, Banjarbaru.
Total anggaran tahap awal yang diterima Kalsel sekitar Rp 232,9 miliar. Angka ini menyasar satuan pendidikan dengan kondisi bangunan rusak dan tidak layak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel Galuh Tantri Narindra menerangkan bantuan tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga sekolah luar biasa (SLB).
“Pada 2025, sekolah yang menerima bantuan revitalisasi terdiri atas 26 PAUD, 86 SD, 78 SMP, 29 SMA, 25 SMK, dan 6 SLB,” ujar Tantri.
Menurutnya, bantuan revitalisasi ini sangat membantu pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar, terutama di sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat.
Tantri menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk menjadikan seluruh sekolah di Kalsel dalam kondisi layak sebenarnya masih sangat besar. Berdasarkan pendataan sementara di 13 kabupaten/kota, kebutuhan ideal perbaikan infrastruktur sekolah diperkirakan mencapai Rp 1,1 triliun.
“Karena itu, bantuan dari pemerintah pusat sangat krusial. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota tidak mungkin menanggung sendiri kebutuhan sebesar itu,” katanya.
Oleh karena itu Tantri menyatakan pihaknya telah kembali mengusulkan program revitalisasi untuk tahun 2026, khususnya bagi sekolah-sekolah yang terdampak banjir.
Baca juga: Adang Kiriman Batang Kayu dari Hulu, Pemko Banjarmasin Maksimalkan Penangkap Sampah
Berdasarkan data awal, sebanyak 926 sekolah mengalami kerusakan akibat banjir dengan estimasi kebutuhan anggaran perbaikan mencapai Rp 319 miliar.
“Setelah banjir surut, kami akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan dan menentukan prioritas penanganan,” tukasnya.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan secara nasional pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 16,9 triliun pada 2025 untuk revitalisasi dan pembangunan sekolah baru di 16.171 satuan pendidikan. “Lebih dari 90 persen program revitalisasi sudah selesai dan dimanfaatkan. Sisanya diharapkan rampung akhir Januari ini,” ujar Abdul Mu’ti.
Di sela kunjungannya ke Kalsel mengikuti peluncuran Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Abdul Mu’ti juga mendatangi SMP 2 Banjarbaru Jalan Panglima Batur, Kelurahan Komet, Senin.
Di sini, ia meluncurkan dan menyampaikan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Acara tersebut juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi.
Abdul Mu’ti menjelaskan peraturan ini lahir sebagai upaya bersama untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman secara menyeluruh, mencakup lingkungan sosial, lingkungan alam, dan seluruh ekosistem sekolah.
Ia menekankan bahwa Peraturan Menteri Nomor 6 Tahun 2026 ini menitikberatkan pada nilai-nilai humanis, komprehensif, dan partisipatif. “Pendekatan yang kami dorong adalah budaya mendengar, menerima, menghormati, dan melayani. Karena itu, sanksi diminimalkan,” kata Abdul Mu’ti. (msr/riz)