TRIBUNGORONTALO.COM – Xabi Alonso mengundurkan diri sebagai pelatih tim utama Real Madrid CF.
Dalam pernyataan resmi klub, Madrid menegaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak manajemen dan Alonso.
“Real Madrid CF mengumumkan bahwa, berdasarkan kesepakatan bersama antara klub dan Xabi Alonso, telah diputuskan untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim utama,” tulis klub di situs resminya, Selasa (13/1/2026) dini hari Wita.
Kabar ini sontak mengejutkan publik sepak bola, mengingat Alonso baru saja menorehkan sejumlah pencapaian bersama tim utama.
Meski demikian, pihak klub menegaskan bahwa hubungan dengan Alonso tetap penuh rasa hormat dan kasih sayang.
“Xabi Alonso akan selalu memiliki kasih sayang dan kekaguman dari semua penggemar Madrid karena dia adalah legenda Real Madrid dan selalu mewakili nilai-nilai klub kami. Real Madrid akan selalu menjadi rumahnya,” lanjut pernyataan resmi.
Pengumuman ini hanya beberapa jam setelah Real Madrid menuai kekalahan dari Barcelona di partai final Piala Super Spanyol.
Alonso ditunjuk sebagai pelatih kepala pada 25 Mei 2025.
Ia terikat kontrak hingga 30 Juni 2028.
Namun setelah 7 bulan 19 hari masa kepelatihan, Alonso didepak klub.
Dalam pernyataan resminya, Real Madrid juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi Alonso dan staf teknisnya.
“Klub kami mengucapkan terima kasih kepada Xabi Alonso dan seluruh tim teknisnya atas kerja keras dan dedikasi mereka selama ini, dan mendoakan yang terbaik untuk mereka di tahap baru kehidupan mereka,” tulis klub.
Dengan berakhirnya era Alonso, publik langsung menanti siapa sosok pengganti yang akan memimpin tim utama.
Tak butuh waktu lama, Real Madrid mengumumkan bahwa Álvaro Arbeloa resmi ditunjuk sebagai pelatih baru.
Arbeloa bukanlah nama asing bagi Madridistas.
Ia adalah mantan bek kanan yang pernah membela Los Blancos selama tujuh musim.
Sebagai pemain, Arbeloa mencatatkan 238 penampilan resmi bersama Real Madrid antara tahun 2009 hingga 2016.
Dalam periode itu, ia turut mengangkat delapan trofi bergengsi, termasuk dua Liga Champions dan satu gelar La Liga.
Arbeloa juga menjadi bagian dari tim nasional Spanyol yang meraih kejayaan di Piala Dunia 2010 serta Euro 2008 dan 2012.
Setelah pensiun, Arbeloa meniti karier kepelatihan di akademi muda Real Madrid sejak 2020.
Ia memulai dengan tim Infantil A, lalu berlanjut ke Cadete A, sebelum akhirnya menangani Juvenil A.
Prestasi Arbeloa di level akademi terbilang gemilang. Ia membawa Juvenil A meraih treble pada musim 2022-2023.
Treble tersebut mencakup gelar Liga, Copa del Rey, dan Piala Champions.
Tak berhenti di situ, Arbeloa juga mempersembahkan gelar Liga pada musim 2024-2025.
Sejak Juni 2025, ia dipercaya menangani Real Madrid Castilla, tim cadangan yang menjadi wadah pengembangan pemain muda.
Kini, langkah besar diambil: Arbeloa naik jabatan menjadi pelatih tim utama menggantikan Alonso.
Penunjukan ini dianggap sebagai bukti komitmen klub terhadap regenerasi dan kesinambungan filosofi Madrid.
Arbeloa dikenal sebagai sosok yang disiplin, loyal, dan memahami kultur klub secara mendalam.
Banyak pihak menilai, pengalaman panjangnya sebagai pemain dan pelatih muda akan menjadi modal penting.
Selain itu, kedekatan Arbeloa dengan para pemain muda di akademi diyakini bisa memperkuat integrasi skuad utama.
Real Madrid menegaskan bahwa Arbeloa adalah pilihan tepat untuk melanjutkan proyek jangka panjang klub.
“Álvaro Arbeloa adalah pelatih tim utama yang baru,” tulis klub dalam pengumuman resminya.
Kehadiran Arbeloa diharapkan membawa stabilitas setelah keputusan mengejutkan terkait Alonso.
Madridistas kini menaruh harapan besar pada mantan bek yang dikenal tangguh dan berkarakter kuat itu.
Dengan pengalaman sebagai pemain juara dunia dan pelatih sukses di akademi, Arbeloa siap menghadapi tantangan besar.
Era baru Real Madrid pun dimulai, dengan Arbeloa di pinggir lapangan dan Alonso meninggalkan jejak sebagai legenda.
Meski Alonso pergi, semangat dan nilai yang ia tanamkan tetap menjadi bagian dari perjalanan klub.
Sementara itu, Arbeloa akan diuji dalam menjaga tradisi kemenangan dan ambisi Madrid di level tertinggi.
Publik sepak bola menanti, apakah Arbeloa mampu mengulang kejayaan yang pernah ia rasakan sebagai pemain.
Yang jelas, Real Madrid telah menegaskan arah baru mereka: melanjutkan tradisi dengan darah segar dari dalam rumah sendiri.