TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sehati, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat produksi beras sendiri.
Bumdes Sehati Tobadak punya pabrik penggilingan padi sendiri.
Pabrik penggilingan dilengkapi gudang serta tempat pengering gabah.
Baca juga: Harga Kacang Mahal, Pengrajin Bumbu Kacang di Polman Terpaksa Stop Produksi
Baca juga: Prediksi BMKG Hari Ini, Hujan Ringan Terjadi di Pasangkayu & Gelombang 2,5 Meter di Perairan Mamuju
Bangunan ini berdiri diatas pekarangan seluas 32 meter x 20 meter di Dusun Bina Makmur, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak.
Ketua Bumdes Sehati Tobadak, Fadil Musa mengatakan, pabrik penggilingan padi mulai beroperasi pertengahan November 2025.
Sehingga proses produksi beras, baru berlangsung sekitar dua bulan.
Beras tersebut berasal dari gabah petani lokal Desa Tobadak.
"Kami ambil (gabah) dari Petani lokal di Dusun Batusitanduk," jelas Fadil menggunakan baju merah khas Bumdes Sehati, Selasa (13/1/2025).
Menurutnya, gabah-gabah segar tersebut langsung diambil setelah musim panen.
Sehingga, kualitas gabah terjamin.
Dalam sekali produksi BUMDES menghasilkan satu ton beras.
"Kami tidak langsung produksi banyak, agar mesin awet dan beras tetap segar," jelasnya.
Sehingga, BUMDES melakukan produksi satu ton perminggu.
Hal ini dikarenakan, beras satu ton akan ludes hanya dalam waktu sepekan, atau paling lama 10 hari.
"Nanti setelah stok beras sedikit, baru kami produksi lagi secara berkala," terangnya.
Selain itu, produksi di sesuaikan kebutuhan masyarakat Tobadak, mengingat tujuan awal Bumdes adalah mencukupi kebutuhan masyarakat setempat.
Adapun harga beras di Bumdes Sehati Tobadak yakni Rp13.500 perkilogram.
Kemasan tersedia mulai 5 kilo, 10 kilo hingga 25 kilo.
Pasarannya diprioritaskan lingkup Desa Tobadak. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah