BANGKAPOS.COM -- Nama Puteri Modiyanti kembali menjadi perbincangan publik setelah kehadirannya dalam acara siraman Darma Mangkuluhur, Sabtu (10/1/2026).
Kemunculan perempuan muda tersebut sontak mencuri perhatian warganet, mengingat Darma Mangkuluhur merupakan putra sulung dari pernikahan Tommy Soeharto dan Ardhia Pramesti Regita Cahyani atau yang akrab disapa Tata Cahyani.
Sorotan terhadap Puteri Modiyanti tak lepas dari latar belakang keluarganya.
Ia diketahui sebagai putri dari Sandy Harun, aktris dan model ternama yang populer pada era Orde Baru.
Nama Sandy Harun sendiri sejak lama kerap dikaitkan dengan Tommy Soeharto, putra Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Baca juga: Sosok DJ Patricia Schuldtz Menantu Tommy Soeharto, Sederet Bisnis Suaminya Darma Mangkuluhur Disorot
Dari hubungan tersebut, disebut-sebut lahirlah seorang anak perempuan yang kemudian dikenal dengan nama Puteri Modiyanti.
Klaim inilah yang membuat kehadiran Puteri dalam prosesi keluarga Cendana kembali memantik spekulasi publik.
Tak sedikit warganet yang menilai kemunculan Puteri Modiyanti dalam acara siraman Darma Mangkuluhur semakin menguatkan anggapan bahwa ia merupakan buah hati dari Tommy Soeharto dan Sandy Harun.
Sosoknya yang anggun, cerdas, serta latar belakang pendidikan yang mentereng semakin menambah rasa penasaran publik.
Puteri Modiyanti dikenal sebagai model sekaligus figur publik Indonesia.
Ia lahir di Jakarta, 8 Februari 1998, dan merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.
Puteri memiliki satu kakak laki-laki yang lebih tua enam tahun dan satu kakak perempuan yang lebih tua sembilan tahun.
Beragama Islam, Puteri dikenal sebagai pribadi multitalenta.
Sejak kecil, ia telah menekuni berbagai bidang seni dan olahraga, mulai dari balet, wushu, piano, hingga melukis.
Bakat-bakat tersebut kerap ia bagikan melalui media sosial.
Namanya semakin dikenal publik setelah berhasil meraih Runner Up IV Puteri Indonesia 2023 mewakili DKI Jakarta 2.
Ia juga menyabet gelar Puteri Favorit, dan tetap aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial hingga 2024, bahkan setelah masa jabatannya di ajang tersebut berakhir.
Pendidikan dan Prestasi Akademik
Di bidang pendidikan, Puteri Modiyanti mencatatkan prestasi gemilang.
Ia menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) jurusan Manajemen pada 2020 dengan predikat cumlaude, sekaligus meraih penghargaan The Fastest Study Completer di kelas internasional.
Tak hanya itu, Puteri juga mengikuti program double degree di University of Groningen, Belanda, jurusan International Business.
Dari sana, ia meraih gelar Bachelor of Science (B.Sc.), sehingga gelar lengkapnya menjadi Puteri Modiyanti, S.E., B.Sc.
Selama masa kuliah (2016–2020), Puteri aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan sosial, seperti AIESEC UI, menjadi pengajar bahasa Inggris di Nusantara English Club, hingga mengikuti Global Volunteering Program AIESEC di Mesir.
Ia juga tergabung dalam Ikatan Abang Nona Tangerang Selatan (IKANOTAS).
Karier dan Kepedulian Lingkungan
Secara profesional, Puteri Modiyanti memilih jalur yang berbeda dari bayang-bayang politik maupun bisnis keluarga besar yang kerap dikaitkan dengannya.
Ia menekuni bidang keberlanjutan lingkungan, termasuk menjalani internship Business Development di Waste4Change, perusahaan pengelolaan sampah.
Minatnya pada isu lingkungan, traveling, serta startup pengelolaan sampah mencerminkan kepeduliannya terhadap alam.
Puteri juga kerap menghadiri acara publik, seperti Puteri Indonesia 2024, serta membagikan karya seni lukisnya kepada publik.
Latar Belakang Keluarga dan Kontroversi
Mengutip laporan Tribun Medan (1 Mei 2023), Puteri Modiyanti disebut memiliki nama lahir Marimby Djodi Putri.
Ia merupakan anak dari Sandy Harun, yang pada masanya terlibat dalam kisah cinta segitiga dengan Setiawan Djody, pengusaha ternama era Orde Baru, dan Tommy Soeharto.
Sandy Harun pernah secara terbuka mengungkap bahwa Marimby yang kemudian dikenal sebagai Puteri Modiyanti—bukanlah anak Setiawan Djody, melainkan buah cintanya dengan Tommy Soeharto.
Pengakuan ini disampaikan Sandy pada 2005 dan berujung pada keretakan rumah tangganya dengan Djody.
Setiawan Djody sempat tidak menerima klaim tersebut dan meminta dilakukan tes DNA. Namun hingga kini, tidak pernah ada konfirmasi resmi mengenai siapa ayah biologis Puteri Modiyanti.
Sandy Harun pun memilih menutup rapat persoalan tersebut.
Dalam wawancara lama dengan Tabloid NOVA edisi 2006, Sandy Harun menyatakan ingin menutup lembaran masa lalu.
Ia bahkan sempat menunjukkan foto-foto kebersamaannya dengan Tommy Soeharto dan Soeharto sebagai bentuk pembelaan diri dari berbagai tudingan.
“Mulai detik ini, saya tutup buku mengenai permasalahan Mody,” ujar Sandy kala itu.
Ia menegaskan ingin membuka lembaran baru dalam hidupnya dan tak lagi membahas sosok ayah Puteri di hadapan publik.
Kini, Puteri Modiyanti tumbuh sebagai perempuan mandiri dengan prestasi akademik, sosial, dan profesional yang menonjol.
Terlepas dari berbagai spekulasi yang menyertainya, Puteri memilih melangkah dengan jalannya sendiri membangun identitas melalui karya, kepedulian sosial, dan dedikasi terhadap lingkungan.
(Bangkapos.com/Tribunnews Maker/Tribun Medan)