Roby Tremonti akhirnya angkat bicara menanggapi berbagai tudingan yang muncul setelah Aurelie Moeremans merilis buku Broken Strings.
Sejak buku itu terbit, banyak pihak berspekulasi dan mengaitkan Roby dengan tokoh fiktif bernama Boby yang muncul dalam kisah tersebut.
Menanggapi hal itu, Roby tidak menampik bahwa dirinya memiliki banyak kekurangan.
Ia mengakui bukan sosok yang sempurna, namun menegaskan bahwa dirinya juga bukan orang jahat seperti yang disangkakan sebagian orang.
Broken Strings sendiri merupakan buku memoar yang ditulis Aurelie sebagai bentuk luapan pengalaman pribadinya.
Buku ini pertama kali dirilis pada 10 Oktober 2025 dan tersedia dalam dua bahasa, yakni Indonesia dan Inggris, sehingga dapat menjangkau pembaca yang lebih luas.
Melalui buku tersebut, Aurelie mengisahkan perjalanan hidupnya sejak masa kanak-kanak hingga remaja, termasuk pengalaman traumatis yang membekas dan proses panjang untuk memulihkan diri.
Cerita disampaikan secara personal dan emosional, menggambarkan luka batin yang ia alami serta upaya bangkit dari masa lalu.
Di dalam buku itu, Aurelie menghadirkan sosok pria dewasa bernama Boby, yang disebut bukan merupakan nama asli.
Karakter ini digambarkan sebagai seorang lelaki dewasa yang melakukan grooming serta tindak kekerasan terhadap Aurelie saat masih berusia remaja.
Dikisahkan, Aurelie pertama kali bertemu dengan pria tersebut ketika usianya baru menginjak 15 tahun.
Perbedaan usia yang cukup jauh menjadi salah satu latar hubungan mereka.
Pada awal perkenalan, Boby terlihat penuh perhatian dan menunjukkan sikap penuh kasih.
Namun seiring berjalannya waktu, sikap tersebut perlahan berubah.
Hubungan yang awalnya terasa hangat justru berkembang menjadi manipulatif dan sarat tekanan emosional.
Kondisi itu membuat hubungan yang dijalani Aurelie menjadi tidak sehat, bahkan membahayakan dirinya secara mental dan emosional.
Aurelie merasa sangat kesulitan melepaskan diri dari pria itu.
Aurelie pernah cinta lokasi (cinlok) pada 2009, saat usianya 15 tahun.
Ia menjalin hubungan dengan Roby Tremonti yang saat itu usianya sudah dua kali lipat dari Aurelie.
Hubungan keduanya mendapat penolakan dari ibu Aurelie, ia sampai mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Komnas Perlindungan Anak.
2011, Aurelie dikabarkan menikah, kemudian berpisah 2013.
2020, Aurelie menunjukan surat berisi tentang bahwa ia tidak pernah menikah.
Kini setelah Aurelie menulis buku Broken Strings, Roby Tremonti menjadi sasaran caci maki netizen.
"Saya tidak mau memancing kegaduhan umat beragama karena saya mengeluarkan bukti ini. Gak ada mens rea, saya tekankan yah ini cuma ingin kebenaran," katanya seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube Starpro.
Roby mengaku mendapat banyak ancaman verbal.
"Karena ancaman ke keluarga saya sangat besar, kesalahpahaman ini. Menurut keyakinan saya yah, menimbulkan polemik, kalau saya dibakar gimana ? Keluarga saya gimana, anak saya gimana," katanya.
Padahal sebelum Aurelie menulis Broken Strings, keluarganya dalam kondisi sangat baik.
"Iya dong (baik-baik saja)," katanya.
Roby bahkan sampai meminta tolong pada Denny Sumargo untuk mengundang ke podcast demi memulihkan nama baik.
"Intinya tolong teman-teman yang followersnya besar, om Denny Sumargo misalkan tolong, seandainya diundang ke podcast saya tetap gak ada kebencian, kami mau hidup tenang," katanya.
Ia menegaskan tidak berniat menyerang Aurelie.
"Saya gak ada niat untuk menjatuhkan aurelie, cuma pengen pulih nama baik saya, saya harus bekerja, saya punya tanggungan," katanya.
Roby Tremonti mengaku tidak melakukan segala tindakan seperti yang ditulis di Broken Strings.
"Kamu bisa rasain orang yang saya gak melakukan itu tapi dihujat 2.500 komen," katanya.
Dia mengaku bukan sebagai orang baik, namun tidak jahat.
"Mungkin saya bukan orang baik yah, tapi saya gak jahat. Saya mau bekerja," katanya.
Bahkan ia secara tidak langsung membenarkan kalau sosok Bobby di buku itu adalah dirinya.
"Ini memang jelas-jelas kita ngomong Roby, Aurelie, dan Broken String," katanya.
Bahkan dalam video itu terlihat jelas bagaimana mood Roby cepat berubah.
Hal itu persis seperti yang dituliskan Aurelie di bukunya.