TRIBUNJAMBI.COM - Membangun kebiasaan keuangan sehat sejak dini adalah kunci keamanan finansial bagi Gen Z di masa depan.
Sehingga tidak ada kata terlalu cepat untuk mulai membangun kebiasaan keuangan yang sehat.
Sebab semakin dini seseorang memulainya, semakin besar peluang kebiasaan itu bertahan dalam jangka panjang.
Kebiasaan yang sebaiknya dimulai sejak dini yakni dari kemudahan menabung, kesiapan menghadapi keadaan darurat, hingga perencanaan tujuan jangka panjang seperti pensiun.
Bagi Gen Z, kelompok yang sebagian masih bersekolah atau baru memasuki dunia kerja, membangun kebiasaan mengelola uang sejak awal dinilai menjadi fondasi penting bagi keamanan finansial di masa depan.
Meski membutuhkan disiplin dan konsistensi, sejumlah perencana keuangan menilai upaya tersebut akan berdampak besar dalam jangka panjang.
Berbagai pakar keuangan menggarisbawahi sedikitnya sembilan kebiasaan yang dapat mulai diterapkan Gen Z untuk membangun tabungan dan menjaga stabilitas keuangan mereka.
1. Memahami arus kas sejak awal
Levi Sanchez, pendiri dan perencana keuangan di Millennial Wealth, menekankan pentingnya memahami arus kas sebagai langkah pertama dalam membangun tabungan.
Baca juga: Ramalan Keuangan-Percintaan 12 Shio di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Beruntung?
Baca juga: PDIP Dikepung Koalisi Pilkada DPRD, Pakar Sebut Menanti Sabda Megawati di Tengah Sandera Politik
Baca juga: Nasib Berbeda di Kasus Ijazah Jokowi: Berkas Roy Suryo Cs ke Jaksa, Eggi Sudjana Ajukan Damai
“Pertama, tinjau semua sumber pendapatan dan tentukan berapa jumlah pendapatan yang Anda miliki setiap bulannya,” kata Sanchez, dikutip dari Nasdaq.
“Kemudian mulailah melacak pengeluaran menggunakan aplikasi keuangan untuk menentukan pengeluaran rata-rata bulanan. Itu harus mencakup biaya perumahan, pengeluaran gaya hidup variabel, dan pengeluaran tetap lainnya," imbuh Sanchez.
Menurut Sanchez, kondisi ideal adalah ketika seseorang berada dalam posisi surplus arus kas.
“Setelah surplus tercapai, mulailah mengotomatiskan tabungan atau investasi sehingga terjadi setiap bulan tanpa pekerjaan manual. Ini memastikan Anda tetap berpegang pada rencana Anda,” kata dia.
2. Berinvestasi lebih dini
Di tengah kebutuhan hidup yang terus bertambah, menyisihkan sebagian kecil penghasilan untuk investasi sejak awal dinilai memberi dampak besar dalam jangka panjang.
Kelan Kline, pakar keuangan pribadi dan pemilik The Savvy Couple, menekankan peran waktu dalam pertumbuhan aset.
“Meskipun hanya sedikit, berinvestasi sejak dini berarti uang Anda memiliki lebih banyak waktu untuk tumbuh, berkat keajaiban bunga majemuk,” tutur Kline.
“Investasikan pada reksa dana saham berbiaya rendah atau robo-advisor untuk membuat rencana investasi yang cerdas dan beragam," sarannya.
Sanchez menambahkan, kenaikan penghasilan seharusnya juga diikuti dengan peningkatan tabungan dan investasi agar tidak terjebak dalam apa yang disebut sebagai inflasi gaya hidup.
“Aturan praktis yang baik adalah menyisihkan 50 persen dari peningkatan pendapatan di masa mendatang untuk tabungan atau investasi dan 50 persen sisanya dapat dibelanjakan,” ujar Sanchez.
3. Menerapkan gaya hidup minimalis
Pendekatan minimalis terhadap konsumsi juga disebut sebagai salah satu strategi penting.
Baca juga: Perluas Literasi Keuangan, PINTU Kolaborasi Lintas Sektor dengan JULO Melalui PINTU Goes to Office
Baca juga: Satu Keluarga di Jambi Nekat Curi Kotak Wakaf, Pria Babak Belur Diikat ke Tiang Masjid, Warganet Iba
Benjamin Stroh, penasihat keuangan di CNY Advisors, menilai pendekatan ini dapat menghasilkan penghematan yang signifikan.
“Mendorong pendekatan minimalis terhadap gaya hidup dan pengeluaran dapat menghasilkan penghematan yang signifikan,” ucap Stroh.
“Ini berarti menghargai pengalaman daripada harta benda, membuat keputusan pembelian yang bijaksana, dan mencari alternatif yang hemat biaya tanpa mengorbankan kualitas hidup," lanjutnya.
4. Mengelola utang secara bertanggung jawab
Penggunaan kartu kredit dan pinjaman juga menjadi perhatian.
Kline mengingatkan bahwa instrumen ini memang bisa bermanfaat, tetapi berisiko bila tidak dikelola dengan disiplin.
“Kartu kredit dan pinjaman dapat bermanfaat, tetapi juga dapat menimbulkan masalah dengan biaya bunga yang tinggi,” kata Kline.
“Jika Anda menggunakannya, pastikan untuk melunasi saldo setiap bulan untuk menghindari terjebak dalam perangkap utang.”
5. Memilih produk yang lebih hemat
Cody Sparks, mantan direktur perbankan ritel di UMB Bank, menilai penghematan kecil yang dilakukan secara konsisten bisa berdampak besar dalam jangka panjang.
“Gen Z sedang membangun fondasi keuangan mereka, yang berarti setiap peluang kecil untuk berhemat dapat berdampak jangka panjang,” kata Sparks.
Salah satu contoh yang ia berikan adalah saat berbelanja kebutuhan pokok.
“Saat berbelanja untuk seminggu, carilah produk merek lain,” ujarnya.
“Toko bahan makanan mungkin memiliki merek sendiri yang lebih murah, dan biasanya kualitas produknya sama persis dengan merek terkenal. Selain itu, sebaiknya tetap berpegang pada daftar belanja dan rencana makan Anda sebisa mungkin untuk menghindari pemborosan makanan," saran Sparks.
6. Memanfaatkan program loyalitas
Program loyalitas juga dinilai bisa membantu menekan pengeluaran rutin. Banyak toko ritel menawarkan diskon atau imbalan khusus bagi pelanggan tetap.
“Periksa apakah SPBU yang paling sering Anda kunjungi menawarkan program loyalitas atau hadiah yang dapat memberikan potongan harga di SPBU,” kata Sparks.
7. Melacak pengeluaran, termasuk tagihan utilitas
Anggaran yang disusun sejak dini dapat membantu membangun kebiasaan pengelolaan uang yang sehat.
Sparks menyarankan penggunaan aplikasi untuk mempermudah pelacakan.
“Gunakan aplikasi,” katanya.
“Ini juga dapat membantu untuk melacak tujuan keuangan, pengeluaran, dan tabungan Anda dalam sebuah aplikasi yang dapat Anda periksa secara berkala di ponsel Anda. Ini membuat keuangan Anda berada di ujung jari Anda," ucap Sparks.
Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan biaya utilitas, karena pengeluaran ini bisa memakan porsi besar dari anggaran bulanan.
“Penyedia utilitas Anda mungkin memiliki program bantuan yang dapat Anda ikuti atau rencana pembayaran yang dapat membantu Anda menganggarkan dan memprediksi biaya ini dengan lebih baik,” ujar Sparks.
“Anda juga dapat menghubungi perusahaan untuk melihat apakah Anda dapat menegosiasikan tagihan Anda, terutama untuk paket telepon seluler Anda," imbuh dia.
Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, Gen Z memiliki banyak alat untuk membantu menghemat uang.
Salah satunya adalah ekstensi browser gratis yang dapat menemukan penawaran terbaik saat berbelanja online.
Dengan menggunakan alat ini, Gene Z dapat mengakses kode diskon dan kupon secara otomatis saat melakukan pembelian daring, sehingga mengurangi biaya belanja mereka.
Selain ekstensi browser, teknologi lain yang disebutkan mencakup aplikasi penganggaran, rekening tabungan berbunga tinggi, dan program cashback digital.
9. Mengotomatiskan keuangan
Mengelola banyak tagihan dengan tanggal jatuh tempo yang berbeda sering kali menjadi tantangan, terutama bagi mereka yang baru memasuki dunia kerja.
Sparks menyebut otomatisasi dapat menjadi solusi.
“Jika tagihan Anda jatuh tempo pada waktu yang berbeda sepanjang bulan, akan sangat membantu jika Anda mencatat jumlah yang harus dibayar dan tanggalnya di kalender atau aplikasi anggaran untuk membantu Anda merencanakan,” kata Sparks.
“Dengan melihat semuanya di atas kertas atau di aplikasi, Anda dapat melacak kapan penarikan akan terjadi dan mengalokasikan pengeluaran Anda dengan tepat," tuturnya.
Baca juga: Pencairan Bansos PKH dan Bantuan Pangan Nontunai periode Januari-Maret 2026 Mulai Bergulir
Baca juga: Dituding Tak Berguna, BPN Jambi Diprotes Ratusan Warga Terdampak Zona Merah Pertamina
Baca juga: Emas Perhiasan di Jambi 13/1/2026 Jadi Rp8.550.000 per Mayam, Emas Antam Naik Rp2.652.000 per Gram
Sumber: Kompas.com