Jalintim Kilometer 83 Desa Kemang Pelalawan Masih Aman, Debit Sungai Kampar Tampak Bertahan
January 13, 2026 01:29 PM

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Kondisi Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau masih aman dari banjir tahunan hingga Selasa (13/1/2026).

Meski beberapa akses jalan di wilayah bantaran Sungai Kampar di Pelalawan sudah terendam air, tapi di Jalintim Kilometer 83 Desa Kemang belum terlihat genangan air.

Bahkan jarak permukaan Sungai Kampar ke badan jalan nasional itu masih cukup jauh. 

"Indikatornya kita lihat rumah panjang di Kilometer 83, jika sudah mulai terendam air, berarti pertanda akan terendam banjir. Alhamdulillah hari ini masih jauh," papar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si  kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (13/1/2026).

Dikatakannya, daratan di sekitar rumah panjang masih aman dari genangan air. Otomatis Jalintim belum berpotensi terendam dan arus transportasi lancar seperti biasa tanpa ada kendala. 

Hari ini elevasi Sungai Kampar di penyeberangan ponton di Kecamatan Langgam tampak bertahan.

Kenaikan hanya 1 centimeter dari sehari sebelumnya menjadi 2,48 meter di atas batas normalnya. Namun beberapa akses jalan masih tergenang sampai hari ini. 

"Pasang sudah mulai surut dan curah hujan turun. Ini yang mempengaruhi Debit Sungai Kampar. Namun akses yang terendam belum surut," ujar Zulfan. 

Baca juga: BPBD Riau Pastikan Belum Ada Banjir Akibat Luapan Sungai Kampar dan Subayang

Tiga titik akses jalan yang digenangi air berada di sepanjang bantaran Sungai Kampar.

Titik terparah di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci yang telah terputus sejak empat hari yang lalu.

Air merendam badan jalan yang menghubungkan Jalan Koridor PT RAPP ke Desa Rantau Baru setinggi 30 sampai 50 centimeter.

Kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa lagi melintasi jalan. Masyarakat menggunakan sampan dan pompong untuk menyeberang. 

Kemudian jalan yang menghubungkan Desa Tambak dan Desa Sotol di Kecamatan Langgam, terendam banjir setinggi 30 sampai 40 Cm.

Akses itu hanya bisa dilewati kendaraan roda empat ke atas. Sebagian masyarakat menggunakan jasa penyeberangan sampan dan pompong yang disiapkan warga setempat.

"Akses jalan dari Kelurahan Langgam ke Dusun Muaro masih terendam air, tapi belum menghambat aktivitas. Masih bisa dilalui sepeda motor dan mobil," tambah Zulfan.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.