Bahaya Anemia Saat Hamil dan Dampaknya bagi Kesehatan Ibu dan Anak
kumparanMOM January 13, 2026 02:57 PM
Anemia pada kehamilan bukan sekadar masalah kurang darah yang bisa dianggap ringan. Menurut Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr. Ade Jubaedah, S.SiT, MM, MKM, kondisi anemia pada ibu hamil dapat memperburuk jalannya kehamilan dan menimbulkan berbagai risiko serius, baik bagi ibu maupun bayi yang dikandungnya.
Ibu hamil dengan anemia berisiko melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), bayi prematur, hingga kemungkinan terjadinya kelainan kondisi kesehatan lainnya. Tidak hanya berdampak pada bayi, anemia juga berbahaya bagi ibu karena dapat meningkatkan risiko perdarahan pascapersalinan yang berujung pada kematian ibu.
Anemia pada Kehamilan Jadi Ancaman Serius bagi Ibu dan Bayi
Kondisi inilah yang turut berkontribusi pada masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia, serta menjadi salah satu faktor penyebab stunting. Oleh karena itu, anemia bukan hanya persoalan kesehatan individu perempuan, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan hidup, kualitas generasi masa depan, serta upaya mewujudkan Generasi Emas 2045.
Perbesar
Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI) PP, Dr. Ade Jubaedah, S.SiT, MM, MKM, dalam acara talkshow bersama Danone Specialized Nutrition Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan
“Yang paling utama bagaimana mempersiapkan calon ibu, mulai dari masa remaja, calon pengantin, dan juga ibu hamil yang bebas anemia,” ucap Ade dalam acara talkshow bersama Danone Specialized Nutrition Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (8/1).
Ia menjelaskan, peran bidan sangat penting dalam mendampingi perempuan sejak sebelum kehamilan. Pendampingan dilakukan mulai dari observasi calon pengantin, pemantauan status gizi ibu hamil, hingga deteksi dini komplikasi obstetrik. Pendampingan pun dilakukan secara berkelanjutan.
“Mendampingi selama 3 bulan. Jika ini ada masalah, maka segera melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain, apakah dengan obgyn, atau juga tenaga ahli lainnya,” imbuhnya.
Perbesar
Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan di dokter. Foto: Shutterstock
Selain pemantauan kehamilan rutin, pemenuhan nutrisi juga menjadi kunci penting. Ibu hamil perlu memastikan asupan gizi yang cukup, baik makronutrien maupun mikronutrien, sesuai kebutuhan selama kehamilan. Sebab, pemeriksaan kehamilan saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan asupan nutrisi seimbang.
Dengan pendampingan yang optimal, kolaborasi tenaga kesehatan, serta pemenuhan nutrisi yang tepat, anemia pada kehamilan dapat dicegah sejak dini. Upaya ini diharapkan mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta menjadi fondasi penting dalam mencegah stunting dan menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.