Ter Stegen di Persimpangan Karier: Bertahan di Barcelona atau Tersingkir dari Timnas Jerman
Tribun January 13, 2026 02:57 PM

Karier kiper Barcelona, Marc-Andre ter Stegen, kini berada di persimpangan jalan. Minimnya menit bermain bersama klub raksasa Catalan itu membuat posisinya di Timnas Jerman ikut terancam, bahkan berpotensi absen dari Piala Dunia 2026.

Situasi ini ditegaskan langsung oleh Direktur Olahraga Timnas Jerman, Rudi Voller, yang mulai memberikan tekanan serius kepada kiper berusia 33 tahun tersebut.

Ter Stegen kini terdegradasi menjadi pilihan ketiga di Barcelona, kalah bersaing dari Joan Garcia dan Wojciech Szczesny. Kondisi itu membuat peluangnya tampil reguler di paruh kedua musim nyaris tertutup.

Padahal, sebelum mengalami cedera pada musim panas lalu, Ter Stegen merupakan penjaga gawang utama Der Panzer.

Minimnya menit bermain membuat statusnya sebagai kiper nomor satu Jerman berada di ujung tanduk jelang Piala Dunia 2026.

Voller menegaskan, Ter Stegen wajib bermain secara rutin jika ingin tetap menjadi pilihan utama di tim nasional.

Pemain depan Bayern Munich Jerman Thomas Mueller (kanan) merayakan golnya di depan kiper Jerman Barcelona Marc-Andre ter Stegen (kiri) selama pertandingan sepak bola babak pertama grup E Liga Champions antara Barcelona dan Bayern Munich di stadion Camp Nou di Barcelona pada 14 September 2021.
KEBOBOLAN - Pemain depan Bayern Munich Jerman Thomas Mueller (kanan) merayakan golnya di depan kiper Jerman Barcelona Marc-Andre ter Stegen (kiri) selama pertandingan sepak bola babak pertama grup E Liga Champions antara Barcelona dan Bayern Munich di stadion Camp Nou di Barcelona pada 14 September 2021. (Foto Arsip, September 2021) (LLUIS GENE / AFP)

“Ter Stegen harus bermain. Terutama setelah cederanya dan dengan riwayat cedera yang ia miliki, dia membutuhkan kebugaran pertandingan untuk mengembalikan performanya, terlepas dari kualitas yang ia punya,” ujar Voller, dikutip dari Mundo Deportivo.

Musim ini, Ter Stegen baru sekali tampil bersama Barcelona, yakni saat dipercaya menjadi starter pada laga Copa del Rey di Guadalajara bulan lalu. Itu pun menjadi satu-satunya penampilannya di semua kompetisi.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, telah menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat situasional dan tidak menjamin keberlanjutan peran Ter Stegen sebagai kiper utama.

Tersingkirnya Ter Stegen dari skuad inti tak lepas dari cedera punggung yang membuatnya absen selama 139 hari atau melewatkan 22 pertandingan, menurut data Transfermarkt.

Meski kini telah pulih, kiper asal Jerman itu belum kembali mendapatkan kepercayaan penuh dari Flick.

Padahal Ter Stegen dulunya kiper tak tergantikan di bawah mistar gawang Barcelona. Total, ia telah mengemas 423 caps bersama raksasa Catalan tersebut dan berhasil mempersembahkan berbagai gelar termasuk trofi Liga Champions 2014/2015.

Seiring dibukanya bursa transfer musim dingin, peluang Ter Stegen untuk hengkang sementara semakin menguat.

Klub tetangga Barcelona, Girona disebut sebagai destinasi potensial, dengan pembicaraan yang dikabarkan berjalan positif meski belum mencapai kesepakatan konkret.

Selain Girona, beberapa klub Eropa juga tertarik untuk mendatangkannya seperti Bayern Munchen, Besiktas dan Tottenham Hotspur.

Dari empat klub peminat tersebut, Girona dan Tottenham disebut menjadi dua kandidat terkuat dalam perburuan tanda tangan Ter Stegen. Bahkan, laman Transfermarkt memproyeksikan peluang kepindahan sang kiper mencapai 70 persen, menandakan kemungkinan hengkangnya Ter Stegen dari Barcelona semakin terbuka lebar.
 
Di sisi lain, Voller justru memberikan pujian tinggi kepada kiper Hoffenheim, Oliver Baumann, yang kini menjadi pilihan utama Jerman.

“Oliver berada dalam kondisi yang sangat baik dan 100 persen dapat diandalkan,” kata Voller.

Kondisi ini menempatkan Ter Stegen pada dilema besar. Ia harus memilih antara hengkang demi menit bermain reguler dan menjaga peluang tampil di Piala Dunia 2026, atau bertahan di Barcelona dengan risiko kehilangan status sebagai kiper nomor satu Jerman.

Keputusan Ter Stegen dalam beberapa pekan ke depan diyakini akan menjadi titik krusial yang menentukan masa depannya, baik di level klub maupun internasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.