SRIPOKU.COM - Dinamika sosial-politik di Indonesia sering kali bersinggungan dengan sejarah keluarga besar para pemimpinnya.
Memasuki dekade ketiga abad ke-21, perhatian publik mulai bergeser pada "generasi ketiga" atau para cucu dari tokoh-tokoh yang pernah menduduki kursi kepemimpinan nasional.
Berbeda dengan generasi orang tua mereka, para cucu ini memiliki spektrum pengaruh yang lebih luas, mulai dari kebijakan publik, diplomasi budaya, hingga inovasi bisnis.
Baca juga: Sah Jadi Istri Darma Mangkuluhur, Akankah Patricia Schuldtz Pensiun dari Dunia Musik?
Berikut adalah profil cucu tokoh politik Indonesia yang memiliki pengaruh signifikan di bidangnya masing-masing:
1. Darma Mangkuluhur Hutomo: Wajah Baru Dinasti Cendana
Putra dari Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) ini adalah representasi paling menonjol dari cucu Presiden ke-2 RI, Soeharto. Darma tidak memilih panggung orasi, melainkan meja direksi.
Lulusan EU Business School, Barcelona ini kini dipercaya memegang kendali di berbagai lini bisnis strategis Keluarga Cendana.
Melalui Humpuss Land, Darma melakukan rebranding gaya hidup kelas atas di Jakarta, salah satunya dengan menghadirkan restoran melayang Lounge in the Sky.
Gebrakannya di dunia bisnis properti dan otomotif membuktikan bahwa trah Soeharto kini bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang modern.
2. Muhammad Pasha Nur Fauzan: Mewarisi Kecerdasan Sang Teknokrat
Masyarakat Indonesia selalu merindukan sosok B.J. Habibie. Kerinduan itu sedikit terobati dengan kemunculan sang cucu, Pasha Nur Fauzan.
Pasha menjadi sorotan karena memiliki minat yang sangat linier dengan sang eyang: Teknologi Pesawat.
Ia menempuh pendidikan di Illinois Institute of Technology, Amerika Serikat, dengan spesialisasi konstruksi pesawat udara.
Pasha sering disebut-sebut sebagai "Habibie Muda" bukan hanya karena kemiripan wajahnya, tetapi karena visinya untuk meneruskan mimpi kemandirian dirgantara Indonesia.
Kehadirannya menjadi simbol bahwa kecerdasan teknokratik keluarga Habibie tetap terjaga di generasi ketiga.
3. Didit Hediprasetyo: Diplomasi Busana dari Paris
Lahir dari dua keluarga politik paling berpengaruh—putra dari Presiden terpilih (2024) Prabowo Subianto dan cucu dari Presiden Soeharto—Didit Hediprasetyo memilih jalan yang sangat kontras.
Ia menetap di Paris dan membangun karier sebagai desainer high fashion.
Karya-karyanya tidak hanya diakui di panggung Paris Couture Week, tetapi juga merambah ke desain interior otomotif mewah seperti BMW.
Didit menunjukkan bahwa nama besar Indonesia bisa harum di kancah global melalui jalur seni dan estetika, menjauh dari hiruk-pikuk politik praktis tanah air.
4. Pinka Haprani: Trah Soekarno di Jalur Legislatif
Berbeda dengan Darma atau Pasha, Pinka Haprani memilih untuk tetap berada di jalur politik seperti kakeknya, Soekarno, dan ibunya, Puan Maharani.
Lulusan SOAS University of London ini mulai aktif mendampingi sang ibu dalam berbagai kegiatan politik dan kemanusiaan.
Pinka dianggap sebagai salah satu kader muda potensial yang akan meneruskan tongkat estafet perjuangan ideologi Soekarnoisme di masa depan.
5. Jan Ethes Srinarendra: Ikonik Generasi Alpha Trah Jokowi
Meski usianya masih sangat muda, tidak lengkap jika tidak menyebut cucu pertama Presiden Joko Widodo ini.
Jan Ethes telah menjadi fenomena tersendiri di media sosial.
Sering diajak dalam acara-acara kenegaraan dan peresmian infrastruktur, Jan Ethes memiliki popularitas yang bahkan melampaui tokoh politik dewasa.
Meskipun belum memiliki "karier" profesional karena usianya, Jan Ethes adalah simbol bagaimana generasi ketiga tokoh politik saat ini sudah memiliki basis massa dan eksposur publik yang sangat kuat sejak usia dini.***