Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Pemerintah Kabupaten Ngada terus memperkuat upaya pencegahan penyakit menular, khususnya malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD), guna mempertahankan status kesehatan masyarakat yang aman dan terkendali.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Hilda Cleophas, kepada TRIBUNFLORES.COM, Selasa (13/1/2026), menegaskan bahwa hingga saat ini Kabupaten Ngada masih mempertahankan status eliminasi malaria.
“Kami melihat data dari e-SISMAL (Sistem Informasi Surveilans Malaria) sebagai dasar pelaporan. Kabupaten Ngada sudah menerima sertifikat eliminasi malaria sehingga tidak boleh lagi terjadi penularan malaria lokal,” jelas Hilda.
Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 tercatat dua kasus DBD di Kabupaten Ngada. Namun demikian, kedua kasus tersebut merupakan kasus impor yang berasal dari Papua, bukan kasus penularan lokal.
Baca juga: Tiga Rumah Diterjang Angin Kencang, Forkopimda Manggarai Barat Bantu Korban Bencana
“Dua kasus itu datang dari Papua, jadi merupakan kasus impor, bukan kasus yang muncul secara lokal di Kabupaten Ngada,” ujarnya.
Untuk mencegah kembalinya malaria, Dinas Kesehatan Ngada menerapkan strategi triple eliminasi, khususnya terhadap warga yang baru datang dari daerah endemis malaria.
“Upaya yang kami lakukan adalah triple eliminasi terhadap orang-orang yang baru datang dari daerah endemis. Ini sudah kami sepakati bersama para kepala desa. Setiap warga yang datang dari daerah endemis diminta untuk dilakukan pengambilan sampel darah,” terang Hilda.
Selain itu, pemeriksaan rutin juga dilakukan terhadap ibu hamil. Jika ditemukan indikasi malaria, pasien akan langsung dirujuk ke puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
“Dengan langkah ini, kami bisa memastikan apakah kasus tersebut merupakan kasus lokal atau impor. Dua kasus yang ada itu diketahui secara sukarela datang ke puskesmas dan berasal dari Papua,” tambahnya.
Sementara itu, untuk mencegah penyebaran DBD secara lokal, Dinas Kesehatan Ngada telah melayangkan surat imbauan kepada seluruh kepala desa agar terus menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami minta masyarakat tetap menerapkan pola hidup bersih dengan menguras dan menutup tempat penampungan air yang tidak digunakan, agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” katanya.
Hilda juga menyebutkan bahwa wilayah perbatasan dengan daerah endemis malaria, seperti jalur dari Sumba menuju Aimere, menjadi daerah yang perlu mendapat kewaspadaan khusus.
“Daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan wilayah endemis kami minta untuk lebih waspada, sehingga jika ada kasus bisa ditemukan lebih dini dan segera ditangani,” pungkasnya.(Cha).