TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Kasus keracunan makanan massal yang menimpa warga di wilayah Tubo, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terjadi setelah ribuan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) didistribusikan kepada siswa sekolah hingga kelompok rentan.
Pemerintah Kabupaten Majene menetapkan kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) per Selasa (13/1/2026).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, total 3.475 paket MBG telah disalurkan ke tujuh desa, dengan 50 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan, mayoritas balita, anak-anak, dan ibu hamil.
Baca juga: Sasar 831 Balita hingga Ibu Menyusui, Penyaluran 3.475 Paket MBG di Majene Berujung Keracunan
Baca juga: BREAKING NEWS: 50 Balita dan Ibu Hamil di Majene Keracunan Massal Usai Santap Paket MBG
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menjelaskan bahwa distribusi MBG dilakukan dalam dua tahap dengan sasaran yang luas.
Tahap pertama menyasar siswa sekolah, dengan jumlah 2.644 paket ompreng. Sementara tahap kedua menyasar kelompok kesehatan 3B (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui) sebanyak 831 paket.
“Distribusi MBG dilakukan dalam dua tahap. Untuk anak sekolah sebanyak 2.644 ompreng, dan untuk sasaran 3B sebanyak 831 ompreng,” ujar dr. Nursyamsi, Selasa (13/1/2026).
Penyaluran paket makanan mencakup Desa Tubo, Tubo Tengah, Tubo Selatan, Onang Utara, Tubo Poang, Bonde-bonde, dan Desa Onang.
Peristiwa bermula pada Senin (12/1/2026), saat petugas SPPG Majene dari Yayasan Kreatif Jaya Perdana menyalurkan paket MBG ke tujuh desa di wilayah Tubo Sendana Onang.
Menu makanan yang dibagikan terdiri dari nasi putih, sayur sop, ayam suwir dengan mie kecap, tahu kuning, dan buah semangka.
Proses pengolahan makanan diketahui dilakukan secara bertahap sejak pukul 22.00 WITA hingga dini hari.
Gejala keracunan mulai dirasakan warga pada Senin malam sekitar pukul 20.30 WITA.
“Keluhan yang muncul di antaranya sakit kepala, demam, mual, muntah, dan diare,” jelas dr. Nursyamsi.
Berdasarkan data tim medis, mayoritas korban berusia 2 hingga 10 tahun, namun terdapat pula ibu hamil yang terdampak.
Data Penanganan Korban dan Tindak Lanjut
38 orang dirawat di Puskesmas Sendana II
2 orang dirawat di Puskesmas Salutambung
9 orang menjalani perawatan di rumah dengan pengawasan tenaga medis
1 orang dinyatakan sembuh dan dipulangkan
Tidak terdapat laporan korban meninggal dunia dalam kejadian ini.
Untuk memastikan penyebab keracunan, Dinas Kesehatan bersama Tim Gerak Cepat (TGC) dan petugas kesehatan lingkungan telah mengambil sampel makanan serta sampel muntahan pasien untuk diuji di laboratorium.
“Mengingat jumlah paket MBG yang didistribusikan sangat besar, kami meminta penyedia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP pengelolaan pangan, mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, pemorsian, hingga pendistribusian,” tegas dr. Nursyamsi.
Penetapan status KLB dilakukan guna mempercepat penanganan medis dan pengendalian dampak kejadian keracunan tersebut. (*)